Bermain statistik dan logika

Leave a comment

July 12, 2009 by Tara

Saya teringat, betapa dulu saya didampingi oleh dosen statistik saya untuk mencerna suatu kuliah tamu. Dari pendampingan itulah saya benar-benar terbuka arti statistik. Dengan statistik, kita bisa menemukan kebenaran. Dengan statistik kita juga bisa membongkar kesalahan.

Statistik dalam penerapannya juga tidak lepas dari logika. Pak Gunawan dulu memberikan contoh “Jika penjualan kue comro di depan IPTN ternyata datanya dalam analisa korelasi memperlihatkan korelasi yang kuat dengan penjualan pesawat IPTN, bisakah disimpulkan bahwa penjualan comro berhubungan dengan penjualan pesawat? Jawabnya adalah TIDAK!  Karena statistik itu bukan sekedar permainan data. Harus ada logika yang membangunnya terlebih dahulu, baru dilakukan analisa statistik.” Kira-kira seperti itulah ucapan dari Pak Gunawan.

Sekarang untuk melanjutkan ilmu beliau, saya ajak rekan-rekan untuk melihat bagaimana statistik diterapkan. Kita bisa mencermati berita ini sebagai ajang latihan : http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/10/161610/1162850/700/dpt-pilpres-diduga-rawan-penggelembungan

====

“Ditemukan 13 persen dari 800 TPS yang terdapat pemilih menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Diperkirakan pemilih menggunakan KTP mencapai total 7 persen dari pemilih yang terdaftar DPT,” ujar Jeirry.
====

Meski ini menggunakan contoh TPS, tapi ini tidak berbicara politik yah😀.

Perhatikan kalimat pertama diatas: 13% dari 800 TPS terdapat pemilih menggunakan KTP dan KK. Artinya sekitar 104 TPS terdapat pemilih ber-KTP dan KK.

Kemudian perhatikan kalimat ke2 di atas: Diperkirakan pemilih menggunakan KTP mencapai total 7% dari pemilih terdaftar di DPT. Artinya, misal tiap TPS ada 100 DPT. Artinya dari 800 TPS, terdapat 80 ribu pemilih. 7% pemilih berKTP artinya sekitar 5600 pemilih.

Sekarang kita gabungkan kalimat 1 dan kalimat 2. 104 TPS bearti sekitar 10400 pemilih. Ternyata di TPS ini, jumlah pemakai KTP mencapai 5600, atau 50% lebih banyak dari DPT.

Mari kita nilai, benarkah kalimat di atas? Kalau kita bayangkan situasi TPS dengan 50% pemilih menggunakan KTP, maka yang akan terjadi adalah chaos. Dan chaos seperti ini terjadi di 13% TPS, tentunya akan menjadi berita besar mengingat media dan berbagai pihak meliput proses pemilu ini. Tetapi, ternyata kita tidak menemukan adanya chaos gara-gara pemilih ber-KTP kan? Dari sini bisa kita simpulkan, bahwa kalimat ke-dua yang menggunakan awalan kata “DIPERKIRAKAN” adalah salah. Artinya, kesimpulannya tidak bisa kita percayai.

Itulah contoh sederhana kita untuk menggunakan ilmu-ilmu statistik mencermati suatu informasi🙂.

Lanjutan berita berikutnya dapat digunakan untuk menganalisa logika :

====

27 persen saksi dari 800 TPS tidak diberi salinan DPT, hal ini semakin menjelaskan modus penggelembungan suara,” keluh Jeirry

====

Perhatikan kalimat bagian awal dan bagian akhir. “27% saksi tidak diberi salinan DPT” disimpulkan sebagai “modus penggelembungan suara”. Mari gunakan logika, bagaimana mungkin saksi tidak menerima salinan DPT dianggap sebagai bukti penggelembungan suara?

Sama dengan penjualan pesawat dikaitkan dengan penjualan kue comro, nggak nyambung! Penjualan pesawat dikalitkan penjualan baja masih mungkin. Dikaitkan dengan penjualan sparepart juga masih mungkin. Tapi dengan kue comro, jelas tidak ada logikanya! Begitu juga saksi tidak menerima salinan DPT dengan Penggelembungan suara, nggak nyambung! Kalau ada orang yang beberapa kali memilih dan namanya ada terus di DPT, boleh lah itu disebut sebagai penggelembungan.

Sekian sharing untuk statistik dan logika. Contoh ini dapat digunakan untuk mencermati berbagai hal, mengingat penipuan banyak dengan menggunakan statistik. Penipuan dengan statistik cenderung dipercaya orang karena kelihatan ilmiah, ada buktinya. Padahal salah mencermati, akan salah mengambil kesimpulan.

Karena ini sharing untuk statistik dan logika, tag saya hanya untuk Education, tidak Pol-ek-sos-bud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: