Jangan ada provokasi!

9

July 4, 2009 by Tara

Tulisan ini merupakan bentuk keprihatinan atas komentar berbagai tokoh masyarakat ataupun tokoh partai, justru saat waktu pilpres sudah dekat.
Seandainya terjadi kerusuhan sosial pasca pemilu, dengan sungguh hati saya akan mengutuk Din Syamsudin (ketua Muhammadiyah), tim Mega-Prabowo dan tim JK-Wiranto yang mengeluarkan ancaman menjelang hari-hari Pilpres.
Tentang ancaman ini, silahkan baca Kompas tanggal 4 Juli.

Tentang DPT. Kenapa mereka mengancam-ancam untuk pemilu mundur beberapa saat menjelang pilpres? Kenapa meerka tidak preventif jauh hari sebelumnya? Seharusnya tim mereka tidak sedemikian idiot-nya sehingga masalah DPT baru muncul menjelang pilpres! Kalau mau meributkan DPT, sejak awal-awal, apalagi setelah Pilleg, itu sudah bisa ketahuan! Kalau sikap mereka tidak peduli terhadap KPU, seharusnya menerima dong apapun hasil KPU. Kemana aja mereka selama ini??
Bicara tentang DPT bermasalah, memangnya bisa didapat DPT 100% betul? Kenapa tidak berbicara berapa % error yang ditoleransi? Kenapa angka itu tidak dimunculkan dalam UU ataupun dalam berbagai dengar pendapat antara KPU dan DPR? Bukankah Golkar (partai pendukung JK-Wiranto) dan PDIP (partai pendukung Mega-Prabowo) ada di DPR? Apa saja kerja mereka selama ini? Tidur??? Kenapa setelah anggota partainya tidur, sekarang tiba-tiba mau memancing kerusuhan??

Tentang Pemilu 1 putaran. Ini juga blunder yang sebenarnya akibat tingkah tokoh-tokoh politisi. Sudah jelas-jelas sejak hasil Pilleg ketahuan kalau posisi SBY potensi menangnya tinggi. Kalau mau menang, kenapa tidak semua pihak lain menyatukan kekuatan?? Perhatikan tulisan-tulisan saya tentang ekonomi sebelum ini, betapa saya sudah menyorot masalah aspek ekonomi pemilu! Saya ssangat bisa memahami kejenuhan masyarakat untuk pemilu. Seandainya mereka memahami masyarakat juga, seharusnya mereka menyatukan kekuatan untuk membuat hanya 1 kali pertarungan! Mana hasil sibuk lobby kiri kanan menjelang koalisi itu? Kenapa tidak dihasilkan 1 calon untuk menantang SBY? Kalau memang mereka berpikir demi negara dan rakyat, seharusnya mereka memberikan 1 calon untuk penantang SBY. Entah itu JK-Prabowo, atau mungkin Prabowo-Wiranto, atau entah siapa lah. Dengan begitu, bukankah pemilu hanya akan ada 1 putaran? Dan tidak akan ada kampanye pemilu 1 putaran yang mengarahkan ke calon tertentu, bukan???

Jadi sebenarnya, kasus DPT dan Kampanye pemilu 1 putaran ini tidak bisa dijadikan ajang pembenaran untuk mengancam membuat kekacauan (fisik ataupun dalam bentuk lain) di negeri ini!

Hentikanlah gaya Bush, dengan mengancam-ancam ketentraman masyarakat! Berkampanyelah dengan elegan dan ksatria! Berani menang berani kalah!
Masyarakat saat ini tidak ada waktu untuk mengurusi para petualang politik! Masyarakat butuh ketentraman untuk bisa bekerja!
Demi Allah, seandainya benar terjadi kerusuhan setelah pilpres ini, aku bermohon agar Allah mengutuk para provokator tersebut! Inilah sumpahku! Hati-hati para provokator, doa orang teraniaya dikabulkan oleh Allah! Dan jika terjadi kerusuhan, maka penganiayaan telah kalian lakukan terhadap seluruh masyarakat!
Bagi pembaca tulisan ini, sekiranya kalian ada akses terhadap petinggi-petinggi partai maupun orang semacam Din Syamsudiin (Ketua PP Muhammadiyah), tolong sampaikan tulisanku ini pada mereka. Ini adalah tulisan seorang rakyat yang tidak ingin ada penganiayaan terhadap rakyat!

9 thoughts on “Jangan ada provokasi!

  1. pato says:

    kecian banget pemikiran elo….

  2. masaryaguna says:

    Heran deh dengan Pato, apa yang salah dengan pemikiran ini?
    Perasaan benar deh.
    Jangan suka cuman comment nggak ada alasan gitu lah..
    Ini tulisan baik-baik menguraikan semuanya, cuman dikasih kalimat melecehkan gitu.

  3. nano says:

    hahaha… udah nonton berita selebriti aja, tuh Vega baru hamil 5 minggu…

  4. Tara says:

    hmm.. kita lihat saja deh besok.
    Aku berharap besok suasana tentram, tidak ada kerusuhan.
    Hanya saja, melihat tanda-tanda hingga saat ini, kecenderungan untuk terjadinya kekacauan tinggi. Apalagi ketika tim Mega Prabowo membawa soft copy DPT.
    Yang jadi masalah bukan kalau mereka menemukan masalah di DPT, tetapi ketika mereka me-missleading-kan informasi sehingga timbul provokasi!
    Dari kemarin-kemarin aja banyak kok yang melakukan itu, apalagi sekarang tensi tinggi.
    Mari kita lihat bersama..

  5. aman sentosa says:

    Alhamdulillah aman..
    http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/07/08/17210894/pilpres.2009.aman

    Pelajaran dari sini, omong besar dari politisi nggak usah dianggap deh..
    (tapi hati-hati ada baiknya juga)

  6. fida says:

    astagfirullah …..
    ini tulisanmu juga provokasi pak namanya *tuhan ampuni dia juga* tulisannya sumpah kasar sekali……

  7. Tulisan bebas, yang baca juga bebas, semua bebas..
    tapi kebebasan jangan buat orang lain dikebiri..
    saya suka posting politik juga, tetapi saya mau bagi untuk pencerahan otak,
    udah lama saya posting, dapet dari milist..
    sebagai penyegar buat semua yang lewat
    http://romailprincipe.wordpress.com/2009/04/12/cerita-tentang-kentut/

  8. Tara says:

    @Fida
    Dimana kasarnya tulisan ini bu?
    Di bagian saya mengancam akan berdoa memohon Allah mengutuk orang-orang provokator kerusuhan?
    tolong dipahami, itu adalah langkah terakhir yang bisa dilakukan oleh orang tertindas. Seandainya aku dalam posisi sebagai Panglima TNI, aku mungkin tidak akan mengancam seperti ini. Tapi cuman mengamati dan menyiapkan pasukan untuk segera menindak mereka (atau mungkin malah lgs culik dan penjara mereka :p).

    Apakah tulisan saya ini berdasarkan fitnah? Silahkan baca Kompas tgl 4 Juli. Tulisan saya merespons berita-berita yang muncul di Kompas pada hari itu.

    Perhatikan juga, bahwa diakhir saya berharap tulisan ini disampaikan ke para pelaku. Artinya, saya siap berdebat menjelaskan semua argumen saya. Tulisan ini bukan suatu fitnah kosong. Ini dengan argumen-argumen yang benar, dan saya berharap bisa beradu argumen langsung dengan para pelaku.

    Bahwa saya mengancam dengan mendoakan buruk, itu karena saya melihat betapa besarnya bahaya jika terjadi kerusuhan (sementara para provokator itu berharap terjadi kerusuhanšŸ˜¦ ). Perhatikan betapa saya sampai mengancam berdoa buruk karena khawatir keselamatan masyarakat, sementara mereka khawatir atas “kecurangan” (persepsi mereka sendiri :p) atas diri mereka. Siapa lebih egois disini?

    Perlu diketahui bahwa saya juga golput pemilu ini. History saya ikut pemilu cuman tahun 1999 dan memilih Partai Bulan Bintang waktu itu. Jadi tulisan ini bukan untuk mewakili partai tertentu.

  9. fida says:

    ^_^ kasar maksute kerasa banget tulisan dibuat saat emosi …dan jadi akan membuat yang baca juga emosi bahkan jadi sebel….
    bukannya sebaiknya jika mengungkapkan pendapat tidak dalam keadaan marah *ga bisa berfikir jernih*

    *trus cuma tes kesabaran ajah gimana kalo pendapat dalam tulisannya dicela * hehe ternyata…..

    pissss ora ono maksut opo2 lah wong aku yo menggunakan hak untuk golput:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: