Republik Pelawak, dengan Komisi Pelawak

Leave a comment

June 23, 2009 by Tara

Aku mengelus dada dalam beberapa hari ini.

Sekitar seminggu lalu aku membaca buku pledooi dari Iqbal, mantan Ketua KPPU yang tertangkap tangan saat menerima suap. Satu hal yang menarik aku cermati di pledooi itu, yaitu surat perintah penyadapan terhadap Iqbal dan Billy ternyata 1 bulan sebelum mereka berkenalan. Mereka berkenalan ketika diperkenalkan oleh Tadjudin Noer Said. Kira-kira seperti itulah isinya (maaf, hanya resume aja, lengkapnya silahkan cari buku tersebut). SEANDAINYA (tolong perhatikan kata SEANDAINYA ini dengan baik!) hal itu benar, maka besar kemungkinan ada upaya penjerumusan / penjebakan atas seseorang, dan ini melibatkan KPK! (sebagai pihak yang melakukan penyadapan).

Belum selesai keprihatinanku, beberapa hari kemudian muncul berita: KPK menyadap telephone Nasrudin (korban yang diduga dibunuh atas perintah Antasari, mantan ketua KPK) dan Rhani (perempuan, kisah segitiga Antasari, Nasrudin dan Rhani). Dan perintah penyadapan ini ditandatangani oleh Wakil Ketua KPK, Chandra Hamzah.

Ketika dilakukan konfirmasi, mulailah berbagai komentar lucu muncul dari para pelaku ini :

1. Lihat ini : http://www.detiknews.com/read/2009/06/22/175856/1152204/10/antasari-tak-perintahkan-sadap-tapi-cek-hp-nasrudin-rhani

“Jadi menurut Pak Antasari tadi kepada penyidik, tidak pernah perintahkan secara lisan maupun tulisan untuk menyadap nomor tersebut. Pak Antasari hanya meminta mengecek dua nomor itu,” kata pengacara Antasari, Maqdir Ismail, usai mendampingi pemeriksaan Antasari di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (22/6/2009).

Bisakah dijelaskan, “meminta mengecek” itu memangnya seperti apa? Apakah petugas KPK disuruh telpon ke nomor itu dan tanya: “anda siapa ya?”. Sebodoh dan seidiot itu kah???

2.  Lihat ini : http://www.detiknews.com/read/2009/06/22/171007/1152134/10/kpk-penyadapan-yang-kami-lakukan-tidak-langgar-kode-etik

Dalam jumpa pers ini, Chandra juga mengungkapkan bahwa KPK memang menyadap sejumlah nomor telepon yang diberikan Antasari Azhar. Nomor-nomor telepon itu yang digunakan pelaku teror terhadap istri Antasari Azhar. Salah satu teror yang diterima istrinya, Antasari diminta tidak melanjutkan pengusutan sebuah kasus korupsi.

Kenapa begitu mudahnya KPK mengatakan bahwa itu teror berbahaya, sehingga harus disadap no hp tersebut? Bukankah Antasari tahu kalau orang tersebut adalah Nasrudin dan Rhani? Kenapa tidak langsung ditangkap saja orang tersebut atas tuduhan teror? Kenapa KPK langsung melakukan penyadapan? Kalau memang karena teror, memangnya KPK boleh menyadap untuk mengungkap teror? Bukankah yang berhak menangani teror adalah Polisi? Kalaupun karena kecurigaan adanya kasus korupsi yang melibatkan Rhani (seorang caddy gitu loh..),  kenapa semudah itu para pimpinan KPK mengijinkan penyadapan? Bukankah kasus Agus Condro yang jelas-jelas di depan mata aja, masih ditunda-tunda penyelesaiannya?

3. Another version : http://www.detiknews.com/read/2009/06/22/142838/1151994/10/kpk-nomor-yang-disadap-bukan-milik-rhani-atau-nasrudin

Komentar sederhana, kalau memang benar itu untuk pemeriksaan penyadapan kasus korupsi, kenapa Antasari pake ngeles-ngeles (lihat point 1 di atas) bahwa tidak dilakukan penyadapan, tetapi “hanya perintah nge-check” ? Kalau melihat berbagai berita dengan berbagai versi ini, jelas terlihat berbagai pihak saling membuat alasan untuk lepas dari jeratan hukum. Dan lucunya, alasan masing-masing pihak ini tidak sinkron, kontradiktif, sehingga patut DIDUGA KUAT terjadi pelanggaran hukum, melakukan penyadapan untuk kepentingan pribadi.

Inilah republik pelawak, dengan komisi pelawak, meski lawakan yang dihasilkan adalah lawakan satir dan menjijikkan. Betapa alat investasi negara digunakan untuk keperluan pribadi yang menjijikkan. Aku tidak bisa berkomentar lebih jauh lagi😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: