Sekilas tentang ekonomi pemilu

5

April 3, 2009 by Tara

Ekonomi, pengertian dasarnya adalah: pemilihan resource yang ada, digunakan untuk apa, bagi siapa.
Pada sosialisme, pilihan produksi dan distribusi diatur oleh negara (seperti di Soviet dulu), sedangkan pada kapitalisme, pilihan diserahkan pada pasar (terserah masing-masing pihak mau bikin apa aja, mau dijual ke siapa aja).

Sekarang kita lihat pada pemilu ini. Secara kasat mata terlihat jelas penggunaan resource SDM, material (kain, cat, BBM, dll), mesin (transportasi, mesin cetak, dll) digunakan selama masa kampanye ini. Dan hasilnya? Secara fisik : 0. Bandingkan misalnya resource yang sekian banyak itu misalnya digunakan untuk membuka lahan kedelai, menanam sawit, menambang batubara, dll. Hal ini yang kemarin mengusik pikiranku ketika melihat sekian banyak bendera partai berjejeran di mana-mana. Terbayang betapa semua resource itu akan menguap bersama berlalunya pemilu.

Pertanyaan mengusik akibat kesadaran itu adalah :
1. Berapa persisnya angka yang terbuang itu? Seperti dikatakan Ubed, almost impossible to count it. Paling menghitung secara kasar : misal, caleg DPR rata-rata akan menghabiskan X rupiah, Caleg DPRD I akan menghabiskan Y rupiah, Caleg DPRD II akan menghabiskan Z rupiah, terus dikalikan dengan jumlah caleg yang ada.
Tambahkan pula: iklan2 yang masuk TV, radio, koran, dll.
Tambahkan biaya-biaya kampanye, dengan jumlah massanya.
Aku tidak akan heran kalau angkanya mencapai diatas 10 trilyun rupiah.

2. Apa yang akan didapat dengan itu semua? Seharusnya jawaban idealnya adalah: mendapatkan anggota legislatif yang berkualitas (jujur, pinter, dll). Hanya saja, de facto, akankah itu terjadi? Dengan segala hormat, seandainya didapat 30% saja anggota legislatif berkualitas, aku akan bersyulur banget. Ini tentunya penilaian subyektif, bukan berdasarkan hasil penelitian. Tetapi tentunya itu bukan asal ngomong, tapi karena melihat kecenderungan memang seperti itu. Bukti : apa yang melandasi para caleg itu mau mengeluarkan uang sekian besarnya untuk ikut pemilu? Sebagian kecil mungkin memang ada karena ingin memperjuangkan idealisme mereka. Tapi sebagian besar, aku curiga karena hukum-hukum ekonomi. Artinya, dengan pengeluaran X untuk kampanye, mereka berharap ketika terpilih, itu akan kembali sebesar XXXXX…. (kalau perlu sebanyak2nya X :p).

3. Apakah layak pengorbanan itu? Biaya yang dikeluarkan dibanding dengan yang di dapat? Kalau secara sepintas mungkin komentarnya adalah: mahal banget, sangat tidak layak! Tetapi kalau kita mau bicara hitung-hitungan ekonomi yang bener, maka itu harus dibandingkan dengan alternatif lain sekiranya tidak ada pemilu. Dan untuk itu, ngitungnya agak repot euy. So, akhirnya dianggap aja lah biaya itu meski sangat-sangat mahal, tetapi adalah biaya yang TERPAKSA harus dibayar. Ibarat orang sakit, meski obat sedemikian mahal, ya terpaksa dibayar dan dianggap layak😦.

Dengan semua itu, what’s next?
Bayanganku, hendaknya semua pihak mulai memikirkan bagaimana pemilu yang lebih efisien nantinya. Mungkin dipublikasikan aturan, bahwa kampanye itu 5 tahun. Bentuk kampanye adalah dengan kerja nyata, dan boleh disebutkan itu tabungan untuk pemilu yang akan datang. Kemudian pada saatnya pemilu, ditentukan: tidak ada aktifitas pengumpulan massa; atau jumlah bendera / iklan dibatasi; dll. Intinya agar tidak terjadi pembuangan sumberdaya besar-besaran ke kampanye sesaat yang banyak mengandung kesia-siaan, diubah dengan kampanye jangka panjang yang memberi manfaat bagi masyarakat banyak.

Itulah secuil pikiranku, semoga manfaat. Maaf tulisan tidak disertai angka-angka yang benar.

5 thoughts on “Sekilas tentang ekonomi pemilu

  1. aisyah says:

    pengantar tulisan anda 2 paragraf soal sistem ekonomi g nyambung dg point utamany,binun.tp sy spakt kampanye dg biaya bsr tdk maghasilkan anggta dpr yg mutu,tp kl mau mrubah sistem jln st2nya y pemilu spt aturan saat ini.harusnya org ngerti spt anda yg masuk biar sdkt mutu,n g cm berretorika.

  2. Tara says:

    Mbak Aisyah, dua paragraf pertama untuk menyegarkan ingatan aja tentang apa itu ekonomi aja. Paragraf pertama sebagai definisinya., paragraf kedua sebagai contohnya.

    Baru paragraf selanjutnya mengulas pemilu sebagai kegiatan ekonomi, berdasar penjelasan paragraf pertama 🙂.

    Maaf kalau dirasa membingungkan🙂

    Saat ini sih belum waktunya saya masuk dunia politik Mbak..
    Entah lima tahun lagi:p

  3. […] Sekilas tentang ekonomi pemilu […]

  4. Rindu says:

    Mas, yang mana yah yang dikirim ke YM saya? gak nemu komennya..🙂

  5. […] – Sekilas tentang ekonomi Pemilu […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: