Materialisme dan Feodalisme, penyakitnya Indonesia

2

February 15, 2009 by Tara

Ada dua berita yang membuat aku terhenyak kemarin :

1. Ada orang yang bunuh diri karena korban Bank Century

2. Ada 3 orang pembersih jalan tol meninggal karena ditabrak.

Dua berita itu mengingatkanku tentang materialisme dan feodalisme yang menurutku mengakibatkan Indonesia sejelek saat ini!

Mungkin definisi saya tentang materialisme kurang tepat secara ilmiah. Yang saya maksudkan dalam tulisan ini tentang materialisme adalah: memandang/menghargai seseorang dari materi yang dimilikinya. Saya melihat hal ini banyak dianut (sadar ataupun tidak) oleh orang Indonesia, nggak peduli orang itu berpendidikan tinggi atau kurang berpendidikan, nggak peduli orang itu miskin atau kaya. I hate materialism! Akibat materialisme ini orang kemudian melakukan kejahatan, orang berbuat tidak etis, orang lupa untuk membangun.

Materialisme ini bukan hanya merusak orang yang berpandangan seperti itu, tetapi juga merusak masyarakat atau orang-orang yang mentalnya tidak kuat! Seseorang yang tadinya tidak jahat, karena risi dengan pandangan orang-orang, akhirnya dia terdorong untuk berbuat jahat (note: saya gunakan istilah kejahatan, untuk berbagai tindakan seperti korupsi, kecurangan, dll). Materialisme adalah pandangan yang menjijikkan, karena membutakan diri pada perilaku orang. Orang membutakan diri untuk melihat apakah seseorang ini curang atau tidak, etis atau tidak, dalam mendapatkan hartanya. Yang penting seseorang memiliki materi lebih, dia langsung dihormati. Orang melupakan bahwa seharusnya seseorang itu dilihat dari seberapa besar amal ibadahnya, seberapa banyak manfaat yang bisa dia berikan kepada lingkungannya. Sekiranya orang tidak mengacu pada materialisme, maka kasus bunuh diri karena korban Bank Century itu tidak akan terjadi (dan mungkin kasus Bank Century juga tidak akan terjadi).

Note: membenci materialisme tidak berarti bahwa kita harus hidup sengsara. Intinya adalah: bahwa materi itu bukan segalanya, dan bukan dasar untuk mengatakan seseorang itu hebat atau bukan, lebih baik atau lebih buruk. Berbuat baik terhadap sesama itulah yang lebih utama. Ketika saya konsentrasi untuk membuat mobil, berarti saya sudah berbuat baik untuk membantu sesama manusia dalam hal transportasi. Tapi kalau saya berlomba mewah-mewahan mobil dan merendahkan orang yang tidak punya mobil atau bermobil jelek, maka itulah materialisme yang buruk menurut saya.

Feodalisme, yang aku maksud disini adalah masyarakat yang memandang kasta. Yang memandang bahwa memang ada kelas tertentu yang layak menderita. Itulah yang menghinggapi banyak orang Indonesia, disadari ataupun tidak. Saya menyadari ketika habis melihat kehidupan di Jerman dan kemudian balik melihat kehidupan di Indo, saya makin merasa betapa disini feodalisme sangat tinggi. Waktu itu saya terhenyak ketika melihat pegawai PT. KAI mencabuti rumput dengan tangan. Saya sadar, bahwa salah satu maintenance jalan rel adalah membersihkan rumput. Tetapi, masa sejak jaman penjajahan belanda sampai saat ini masih juga mencabuti dengan tangan?? Tidak adakah penelitian supaya orang-orang ini bisa bekerja lebih bermartabat? Kemudian saya sadar, itu karena top management menganggap bahwa pekerjaan seperti itu layak bagi pegawai kelas rendahan! Akibatnya mereka tidak berpikir untuk meningkatkan harkat hidup pegawai rendahan tersebut. Alangkah memalukannya pikiran itu!

Di Jerman saya melihat bahwa ada maintenance untuk perbaikan jalan dan semacamnya. Namun orang-orangnya diperlengkapi dengan berbagai peralatan sehingga bekerja lebih manusiawi. Then, saya menganggap adalah suatu perbudakan ketika pekerja menggali kabel optik untuk telekomunikasi yang merupakan hasil teknologi terbaru, namun mereka masih menggunakan perangkat cangkul dan linggis, teknologi dari tahun jauh sebelum 1945šŸ˜¦.

Sekiranya feodalisme bisa dikikis, maka kejadian 3 orang petugas kebersihan di jalan tol meninggal karena tertabrak itu bisa dihindari. Ketika menyadari bahayanya, tentunya management jalan tol tidak seenaknya menugaskan orang membersihkan jalan tol dengan perangkat yang sederhana. Investasilah untuk mobil penyapu jalan, dan gunakan itu untuk membersihkan jalan tol!

Pola pikir feodalisme itu, dari sisi ekonomi mungkin juga terpacu pemahaman padat karya secara salah. Padahal bayanganku, sekiranya feodalisme dihilangkan, maka akan didapat :

– Adanya riset untuk menghasilkan berbagai perangkat bantu. Then, terbuka lapangan kerja buat orang riset.

– Produktivitas pekerja meningkat, karena adanya alat bantu.

– Orang lain yang “diperkirakan” menganggur, “kemungkinan” justru akan bekerja di tempat lain, sehingga pembangunan bisa terjadi di banyak tempat. Pembangunan lebih bisa dinikmati banyak orang.

2 thoughts on “Materialisme dan Feodalisme, penyakitnya Indonesia

  1. fhiedha says:

    setuju banget dengan tulisanmu diatas,
    genau=exactly di jerman aku juga ngerasa pekerjaan apapun terhormat dan orang bisa enjoy gitu nikmati kerjaannya tanpa ada pandangan miring atau merendahkan, beda banget ama di indonesia tercinta ini.

  2. Jemmy the Rock n roll says:

    Aq jd ingat kata guruku sewaktu msh sklh dulu..” Manusia hidup harus memanusiawikan manusia lainya ,Suatu peradaban di katakan bagus bila menempatkan manusia sebagai layaknya manusia,” tapi melihat fenomena di Indonesia, ini kayaknya jauh dari harapan dan cenderung terlalu idealis, manusia cuma di pandang sbg komoditi. budaya menghamba msh trlalu kuat, seolah tak ada hak utk setiap pekerja yg ada cuma kerwajiban dan kewajiban dan harga diri seorang manusia seolah – olah di tentukan dari status sosial, harta kepemilikan dan keturunan…Setahu saya budaya Jerman memang seperti itu makanya tdk heran Jerman tangguh dlm hal penerapan Ilmu pengetahuan dan teknologi, karena setiap masyarakat merasa punya peranan dan tenang dgn profesi yg d gelutinya tanpa rasa kuatir dgn pandangan miring dan sikap merendahkan dari orang lain…jujur aq setuju dgn tulisan di atas ..salut !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: