Mengenal Tuhan

2

January 12, 2009 by Tara

Apakah kalian percaya Presiden SBY ada? Saya rasa kita semua percaya penuh SBY itu ada. Kita tentunya tidak menganggap SBY itu hanya rekaan yang diciptakan oleh media (meski kita mungkin belum pernah berhadapan langsung dengan SBY).

Hal lain, kita tentu sering mendengar dia bicara di TV, membaca pidato / pesan-pesan yang dia sampaikan di koran atau media-media lain. Mungkin malah menerima SMS blast dari beliau (tentang narkoba). Bagaimana respon kita?  Yah, berlalu bersama angin ajah.. Saya rasa sebagian besar bersikap seperti itu.

Nah, seperti itulah mungkin sebagian besar kita bersikap terhadap Allah. Kita tahu, percaya dan yakin Allah itu ada. Tapi keyakinan kita seperti keyakinan kita terhadap SBY itu ada. Nggak ada bedanya, nggak ada rasanya.

Sekarang bedakan antara mengenal SBY dan mengenal sahabat baik kita, atau saudara atau pacar, atau siapapun lah yang dekat dengan kita. Yang kita bisa menemuinya, berbicara langsung dengan dia, dan kita punya pandangan yang baik tentang dia. Jika ditanya apakah seseorang yang dekat dengan kita itu ada? Dengan sangat mantap kita akan menjawab ” ada! “, lha tiap hari ketemu dan ngobrol kok.  Kemudian kalau seseorang tadi berbicara memberikan info misal “eh besok berangkatnya lebih pagi 10 menit, daripada kena macet“, atau “hati-hati, jangan makan xxxx karena itu tercemar melamin” besar kemungkinan kita akan mengikuti pesan itu karena kita tahu pasti siapa yang memberikan pesan dan pengirim pesan tidak akan main-main.

Nah, seperti mengenal orang yang dekat itulah kita mestinya mengenal Tuhan. Cobalah untuk menanamkan kesadaran bahwa Allah itu ada, senyata sahabat baik yang ada di depan mata kita. Allah itu bukan di angan-angan, jauh di awang-awang. Mengutip Nabi, Allah bahkan sedekat urat leher kita (tolong jangan ditafsirkan aneh-aneh dulu ya..).  Coba benar-benar praktekkan itu dulu: tanamkan dalam kesadaran bahwa Allah itu ada, senyata sahabat kita.

Setelah tertanam di kesadaran bahwa Allah itu ada, maka pahamilah, bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk dari Allah yang diberikan kepada kita, sebagai panduan kita hidup di dunia. Al-Qur’an bukan buat Nabi lho, itu semacam surat yang dikirim untuk kita. Pengirimnya adalah Allah (ini real, bukan khayalan) melalui Rasul. Jadi Rasul itu seolah tak lebih dari seorang tukang pos (note: ini bukan untuk merendahkan Rasul ya, tapi memberikan pemahaman tentang sang pembawa pesan dan pengirim pesan. Dan dalam kasus ini, Allah sebagai pengirim pesan adalah jauh lebih tinggi daripada Rasul. Rasul tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah). Hanya saja Rasul mengantarkan pesan dari Allah untuk ummat manusia.

Jadi harus benar-benar kita pahami, bahwa Al-Qur’an itu turun untuk kita semua! Itu bukan untuk Rasul seorang. Al-Qur’an diturunkan karena Allah Rahman dan Rahim. Allah memberi tahu semua yang kita perlu tahu agar selamat mengarungi kehidupan ini.

Dengan pemahaman ini, aku jadi jauhhhhhh lebih menghargai Al-Qur’an! Al-Qur’an bukan lagi sebagai kata-kata suci yang malah menjadi di awang-awang. Al-Qur’an menjadi benar-benar sebuah buku panduan. Dengan pemahaman ini aku lebih meyakini tentang keberadaan Iblis. Kisah-kisah yang ada di dalam Al-Qur’an jadi jauh lebih hidup dalam pemahamanku karena aku percaya penuh semua yang disampaikan itu benar.

Entahlah, apakah rekan-rekan bisa memahami apa yang aku rasakan ini. Mungkin aku kurang bisa menuliskan dengan baik. Cara lain untuk bisa lebih tahu, selain dari membaca tulisanku ini.. berdoalah untuk diberi pemahaman oleh Allah, karena Allah lah pemberi ilmu kepada kita semua.

2 thoughts on “Mengenal Tuhan

  1. fhiedha says:

    sekilas membaca tulisan anda,Koq saya merasa analogi yang anda pakai antara menganggap “sby itu ada” dan “Alloh ada” koq ga pas yahhh rasanya? tapi bentar-bentar dey saya coba renungkan dulu, soalnya harus mikir rada dalem niy kaenya:D maklum masih pentium satu pak

  2. helza says:

    Ya tentu sangat indah kalau kita udah benar2 merasakan kehadiranNYA..
    selain sbg sahabat, mnrt pemahaman yg kutau dari bbrp sumber, ada hubungan yg lbh indah..tingkatan mengenal Tuhan dgn konsep “Mahabbah” (Hubungan atas dasar Cinta dan Kasih sayang)..,kalau ini udah benar2 tertanam dihati..segala sesuatu yang didasarkan cinta akan terasa ringan..,ayat2 perintahnya bukan lagi suatu beban, bahkan sedih jika melanggar perintah sang Maha yang selama ini begitu menyanyangi kita…,tentu rasa bersalah jika mengkhianati cintaNYA…bayangkan seseorang yg selama ini begitu sangat baik dan mencintai kita..,tentu kalau hati org tsb bersih dia pasti tidak ingin
    mengkhianati cinta org tsb, dia akan selalu menjaganya, ayat2NYA baik perintah maupun laranganNYA adalah wujud pedoman utk kita karna DIA sangat mencintai hambaNYA. Implikasi bagi org tsb juga akan sangat baik dalam tahap hubungan sesama manusia (habluminannass)..dia akan menjaga dan tidak akan menyakiti dan menzhalimi org lain (lisan dan perbuatannya terjaga)….karena hakekatnya jika dia menyakiti atau menzhalimi org lain sama artinya menganggu dan melecehkan ciptaanNYA.., Wah indahnya kalau spt itu…bisa nggak ya aku merasakan kedekatan spt itu….🙂
    ( maaf nich hanya sekedar ikut sumbang pemikiran)..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: