Visi mengubah Proyeksi

2

September 1, 2008 by Tara

Dalam ilmu perencanaan, paling awal dilakukan adalah melakukan proyeksi tentang situasi ke depan.

Harus dipahami, itu hanyalah prosedur standar, dalam kondisi normal.

Dalam kondisi tertentu, proyeksi  bisa diabaikan. Ini adalah ketika visi masuk. Contoh kasus disini adalah Telekomunikasi, jaman dahulu waktu pemain masih man Telkom, di jaman Pak Susilo Sudarman menjadi Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi. Ini ilmu dan cerita aku dapat dari Pak Agus Salim, dosen di TI ITB.

Pada waktu tersebut, dengan menggunakan berbagai foemulasi, proyeksi pemasangan telepon tetap dirumah-rumah hanya mencapai 300-400 ribu. Ketika hal ini dipresentasikan ke Pak Susilo, beliau marah, dan komentarnya adalah “kalau terus seperti ini, maka Indonesia akan terus tertinggal”. Kemudian beliau membalik. Beliau sampaikan,”Target berikutnya adalah, bukan 300 atau 400 ribu. Tapi 1 juta! Sekarang tugas konsultan dan lain-lainnya adalah, bagaimana agar itu bisa terlaksana”. Nah, inilah yang namanya visi. Meski proyeksi dengan berbagai skenario, yang paling positif pun cuman menghasilkan angka 400 ribu, tapi itu bukanlah suatu patokan. Visi masih bisa mengubahnya!

Dengan adanya visi itu, akhirnya dilakukan berbagai perubahan di dalam Telkom. Dan hasilnya dicapai angka 800 ribu. Memang, masih belum terkejar target 1 juta, tetapi itu sudah suatu lonjakan dari angka proyeksi terbaik yang cuman 400 ribu.

Note: angka-angka yang ditulis, mungkin tidak persis itu. Itu cerita udah bertahun-tahun lalu. Tapi message-nya Insyaallah benar.

2 thoughts on “Visi mengubah Proyeksi

  1. Rindu says:

    pengumuman … sekarang saya pake telkomspeedy kang, ah senangnya bisa online terus🙂

  2. Rindu says:

    Saya sering sekali berkata kata yang tidak semuanya indah, kadang saya salah, mungkin riya, mungkin sedikit dusta … dan saya mohon untuk dimaafkan segala kesalahan saya yah🙂

    Minal aidin wal faidzin … maafkan saya lahir dan batin karena beginilah kewajiban kita sebagai hamba untuk meminta maaf dan memberi maaf.

    Rindu [a.k.a -Ade-]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: