Distorsi nilai-nilai ekonomi

5

June 23, 2008 by Tara

Ilmu ekonomi pada prinsipnya adalah ilmu untuk mengangkat kesejahteraan manusia, dan artinya harkat hidup manusia juga meningkat. Demi kemudahan, dilakukanlah beberapa penyederhanaan sehingga ukuran pertumbuhan kesejahteraan dinyatakan dalam ukuran materi (mata uang). Kemarin aku sempat jalan-jalan ke beberapa daerah. Aku kemudian terpikir, apa yang sebaiknya dilakukan untuk orang daerah tersebut. Dan.. kurasa pembangunan ekonomi bukanlah segalanya. Karena pembangunan ekonomi saat ini telah terdistorsi dari tujuan semulanya, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MANUSIA.

Bicara tentang urusan kesejahteraan, hal yang sederhana aja deh: KESEHATAN! Jelas itu salah satu faktor yang diukur dalam kesejahteraan. Masalahnya, ternyata materi tidak identik dengan kesehatan! Aku melihat beberapa daerah, dimana pendapatan masyarakatnya (dalam rupiah) mungkin tidak tinggi. Kondisi sekitar pemukiman mereka aku lihat kotor, tidak tertata. Dan aku melihat, SEANDAINYA mereka cukup terdidik, tidak butuh mereka lebih kaya (secara materi) untuk bisa hidup lebih sehat dan nyaman (artinya lebih sejahtera). Cukup mereka menggunakan waktu luang mereka daripada untuk nganggur dan aktifitas tidak jelas, mereka bisa gunakan waktu untuk membersihkan halamannya, menata tanaman yang ada. Itu adalah hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Mereka juga bisa memasak dengan baik, sehingga dihasilkan makanan yang sehat dan bergizi (note: banyak makanan tidak sehat/bergizi karena kesalahan cara memasak). Hal-hal tersebut, secara ilmu ekonomi tidak dapat diukur, namun sebenarnya itu adalah bagian dari kesejahteraan, yang bisa dengan mudah dikejar tanpa perlu menunggu datangnya materi (uang).

So, apa solusinya? PENDIDIKAN! Mestinya pendidikan adalah solusi untuk meningkatkan kesejahteraan (bukan ekonomi ya!). Sayangnya, aku nggak tahu, apakah pendidikan di Indonesia mengajarkan hal ini? Setahuku, pendidikan di Indonesia sudah berubah menjadi perangkat latihan dengan seperangkat sistem penilaian. Jiwa pendidikan entah ada dimana. Padahal itulah nyawanya. Ibaratnya tubuh tanpa jiwa, itulah dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Seandainya pendidikan berjalan dengan baik, meski angka ekonomi (pendapatan, pertumbuhan) tidak terlalu besar, tetapi kenyamanan hidup bisa kita dapatkan. Then, sepertinya solusi utama bangsa ini adalah pendidikan! Perlu dilakukan revolusi pendidikan! Perjelas tujuan pendidikan dan metodenya! Tanpa ada revolusi di bidang pendidikan, sepertinya mustahil peningkatan kesejahteraan. Jangan tertipu dengan angka-angka ekonomi.

Note : sebenernya aku pengen nulis dengan bahasa lebih ekonomi. Cuman kok malah nyasar ke pendidikan. Kapan-kapan kali aku nulis dengan referensi-referensi deh. Sambil membuka buku Economics nya Samuelson dan buku Sejarah Pemikiran Ekonomi.

5 thoughts on “Distorsi nilai-nilai ekonomi

  1. Rindu says:

    Pendidikan harus didukung oleh ekonomi yang setarap dulu kang … ekonomi dulu yang harus diberesin oleh pemerintah, atau seiring kali tepatnya, karena anak pemulung harus bekerja dulu membantu orang tuanya mencari makan, daripada harus kesekolah.

    Saya pernah membentuk sekolah gratis bersama teman-teman, ternyata tidak ada siswanya karena mereka lebih milih bekerja daripada sekolah.

    Nyambung gak sih, comment saya sama isi tulisan kang Tara?

  2. Tara says:

    Nggak:D
    hehe..
    Disini tidak membahas tentang mana yang lebih dahulu (pendidikan atau ekonomi). Hanya saja lebih memperlihatkan arti kesejahteraan, yang tidak hanya berbicara tentang ekonomi (uang) saja, tetapi ternyata kesejahteraan itu bisa dicapai melalui pendidikan.

  3. […] – Distorsi Nilai Ekonomi […]

  4. Sinta says:

    Wahh sipp dah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: