Matinya sepotong hati

8

June 5, 2008 by Tara

Barusan aku jalan-jalan ke Gramedia. Biasa.. refreshing.

Pas melihat-lihat novel, tiba-tiba aku tersadar, sepertinya aku telah kehilangan sepotong hati. Aku seperti sudah tidak ada rasa lagi untuk membaca-baca novel yang mengharu biru. Aku hanya bisa membaca buku yang memanfaatkan kepingan otak, tidak lagi kepingan hati.

Entah sejak kapan aku seperti itu. Perasaan aku dulu orang yang suka dengan hal-hal yang sifatnya emosi.

Apakah ini suatu siklus manusia? Aku benar-benar tidak tahu.

Kurasa, diriku sekarang tinggalah seonggok tulang, daging dan kepingan otak.

8 thoughts on “Matinya sepotong hati

  1. Rindu says:

    Sudah pernah baca buku … raga tanpa jiwa mas? isinya kurang lebih mencoba menghadirkan jiwa dalam raga. Coba deh !!

  2. Tara says:

    dan laptop!

  3. Rindu says:

    ehm …. gimana sekarang? masih mati jiwa mas?

  4. Rindu says:

    eh gak dijawab juga gpp, saya tidak sensitive lagi setelah jawaban yang kemarin …πŸ™‚

  5. Tara says:

    Hehe.. rindu bisa aja:)
    Nih udah dijawab:D
    BTW, kemarin aku beli buku Maya, karangan Jostein Gaarder (pengarang Dunia Sophie). Belum tahu bagus atau nggak, belum selesai baca. Padahal yang Dunia Sophie aku juga nggak baca:p

  6. Domba Garut! says:

    Moga2 lepas refreshing jiwanya kembali melengkapi seonggok tulang, daging dan kepingan otak – jadi komplit dehπŸ˜€

  7. Tara says:

    Thanks Kang Luigi:)
    Entah, adakah hubungan refreshing dengan bersatunya jiwa, tulang, daging dan otak.
    BTW, kok tahu aku lg refreshing sih??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: