Tentang Aku (1)

6

April 16, 2008 by Tara

Beberapa kali aku tergoda untuk menuliskan hal-hal yang sifatnya personal.

Meski aku bertanya-tanya, untuk apa dan untuk siapa aku menulis?

Entahlah.. aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Mungkin aku sekedar ingin aja ada orang yang tahu tentang diriku.

Mungkin dengan begitu, aku merasa ada orang yang memperhatikan aku… (mimpi kali yee…:p)

Atau.. mungkin aku sekedar menyalurkan kegelisahan yang ada di hatiku?

Sekali lagi.. entahlah!

Akhirnya aku beranikan diri membuat Category baru, berjudul Semua Tentang Aku. Meski judulnya kelihatan narsis, isinya mungkin bukan sekedar deskripsi tentang aku. Tetapi juga hal-hal yang sifatnya personal yang pengen aku tulis.

OK, mari kita lihat apa yang akan ditulis dalam Kategori ini selanjutnya.

Pada tulisan pertama ini, aku akan menuliskan beberapa hal yang terlintas tentang aku.

Aku adalah orang yang masih bodoh, yang entah kapan akan menjadi cukup cerdas.

Ada banyak hal yang berlintasan disekitarku yang tidak tergapai oleh tanganku, yang tidak mampu aku mengerjakannya.

Aku adalah orang yang suka dengan keindahan. Keindahan yang bisa dirasakan di mata, di telinga, di jemari, di lidah, dan di hati. Keindahan bagi mata, telinga, jemari maupun lidah, mungkin sudah cukup jelas buat semuanya. Keindahan hati buatku adalah keindahan persahabatan, persaudaraan, kebersamaan, termasuk juga percintaan.

Catatan tentang aku..

Dulu aku adalah manusia yang tajam dan keras. Ibaratnya seperti batu karang di lautan. Keras dan tajam, melukai tangan-tangan yang memegangnya. Entah sudah berapa hati yang terluka akibat kekerasan dan kebodohanku…

Aku tidak tahu, keras dan bodoh itu merupakan kesalahanku atau memang sesuatu yang sudah digariskan Tuhan? Itu sesuatu yang aku juga tidak tahu.. Karena kadang aku merasa, semua seperti sudah ada yang mengatur. Meski, tentu saja semua kebodohan adalah tanggung jawab kita, bukan Tuhan:(.

### Rupanya tulisan ini kepotong. Aku lupa dulu sudah menulis apa aja. Beneran kepotong euy. Coba deh aku nanti lanjutin lagi.

6 thoughts on “Tentang Aku (1)

  1. mtamim says:

    wah, postingnya kepotong om?

  2. Rindu says:

    Kang TARA … postingan kali ini luar biasa, sekaligus pembelajaran untuk saya.

    Saya ingin menulis hal yang saja … TENTANG Saya (1) tapi saya tidak punya nyali untuk menulis satu katapun tentang saya.

    Kangen bercengkrama tentang kita lagi …🙂

  3. Tara says:

    @Rindu
    Aku sih hampir selalu invisible. Tapi tinggal message aja, nanti aku reply

    @Tamim
    Bener kepotong euy, padahal aku udah nulis banyak waktu itu. Mungkinkah ini cara Tuhan untuk menghalangi aku menulis tentang diriku?
    Terkadang aku sering berpikiran seperti itu. Sesuatu yang aku agak ragu-ragu melakukan, ketika aku akhirnya melakukan, aku biasanya sambil pasrah. Kalau memang itu jalan yang direstui-Nya, tentu akan terjadi. Kalau tidak direstui-Nya, tentu akan bermasalah (aku sudah beberapa kali mengalami hal “sepele” tetapi sangat vital buatku, dan disitu aku benar-benar melihat kekuasaan Tuhan untuk menciptakan kejadian-kejadian “sepele”.
    Makanya, sekarang aku tidak berani menganggap hal “sepele” itu sepele. Aku percaya, bahkan jemari yang kita gerakkan pun, semua ada dalam kekuasaan Tuhan!

  4. Rindu says:

    Setiap kejadian pasti karena ALLAH yang menggerakan, termasuk yang menyakitkan mas? menyakiti dan disakiti apa juga karena izinNya. Saya pernah dengar bahwa manusia itu tempatnya salah, jadi yang salah datangnya dari manusia.. betulkah?

    *masih belajar tentang arti taqdir … *

  5. Tara says:

    @Rindu
    di blogroll-ku itu ada Filsafat Islam, Dimitri.
    Akses ke sana deh kalau mau belajar tentang taqdir.
    Aku juga masih bingung…

    Note:
    Taqdir bukan cuman urusan menyakitkan ya..
    Kita menggunakan baju apa, itu juga taqdir. Kita melangkahkan kaki ke mana, itu juga taqdir. Bahwa kejadian-kejadian ada yang menyenangkan dan menyakitkan, itu kan masalah penilaian manusia (yang bisa jadi berbeda satu dengan lainnya). Sama-sama makan makanan petani, tetapi seorang raja berbahagia (puas, karena makanannya beda dari sehari-hari), sementara petani biasa saja karena sudah tiap hari makan makanan itu.

  6. “Aku percaya, bahkan jemari yang kita gerakkan pun, semua ada dalam kekuasaan Tuhan!”

    I fully agree with this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: