Seputar AIDS

1

December 7, 2007 by Tara

Barusan aku gondok banget baca tulisan di detik ini :

SBY: Kasus HIV/AIDS Indonesia Sudah Lampu Merah
Fitraya Ramadhanny – detikcom

Jakarta – 33,2 Juta rakyat Indonesia terkena HIV-AIDS. Menurut Presiden SBY,  HIV-AIDS sudah lampu merah.

“Statistik ini lampu kuning, bahkan sudah lampu merah. Ini harus kita stop,”  kata SBY dalam pidato peringatan Hari AIDS Sedunia di Istana Negara, Jl  Veteran, Jakarta, Jumat (7/12/2007).

Menurut SBY penderita HIV-AIDS di Indonesia bertambah 2,5 juta orang setiap tahun. Setiap hari ada 5.000 penderita baru berusia 5-25 tahun.

“Perlu gerakan global untuk menanggulangi masalah ini,” imbuhnya.

Aku kaget berat. Angka 2.5 jt per tahun, itu SANGAT SANGAT LUAR BIASA! Jauh lebih mengerikan daripada flu burung! Penasaran, aku coba cari-cari lagi. Masih di detik juga, aku menemukan ini :

Data terbaru dari Departemen Kesehatan menyebutkan, sejak tahun 1987 hingga saat ini, sekitar 5.904 orang terinfeksi HIV. Sementara penderita AIDS yang dilaporkan adalah 10.384, di antaranya 2.287 orang telah meninggal dunia.

Jumlah penularan yang belum didata kemungkinan jauh lebih besar. Pada tahun 2006 sekitar 176.000 hingga 247.000 orang tertular virus HIV, sebagian di antara mereka sudah menikah atau sudah merencanakan akan menikah.
 

Coba perhatikan angka dari dua berita diatas.

Ini yang salah Detik atau SBY atau Depkes????

Kalau melihat kata-kata SBY, sepertinya sih SBY yang salah. Namun kesalahan sebegitu besar kok nggak terasa:(. Kasihan SBY yang terlalu sibuk kali ya…

Kalau ternyata yang salah Detik, ya sudah.. Paling kita cuman menilai aja.

Berbicara tentang HIV/AIDS, aku sebenernya menyimpan tanda tanya di hal lain, yaitu masalah keberanian dan budaya bangsa. Terkait kampanye kondom, apakah itu tepat? Apakah itu sesuai dengan budaya bangsa kita? Kenapa kita harus selalu tunduk pada budaya asing?

Apa dasarnya/logikanya sehingga untuk melawan AIDS harus dengan kondom? Apakah tidak ada cara lain? Bukankah kita bisa kampanye untuk “kebiri semua pria dan wanita”, atau kita kampanye “stop seks bebas”, atau kita kampanye “keluarga idaman”, atau kita kampanye “cukup 1 selingkuhan”. Aku tidak akan menilai satu demi satu topik tersebut. Namun yang aku lihat adalah, bahwa ada banyak option. Yang menjadi masalah adalah, apakah semua option tersebut telah dievaluasi, sehingga muncul program “kondomisasi nasional”?

Rasanya seperti tidak rela, melihat kampanye kondom sampe membagikan kondom yang ada rasanya segala:(. Tidak rela membayangkan seandainya dana itu untuk proyek irigasi suatu desa daripada nyumbang kondom. Tidak rela membayangkan seandainya dana itu disalurkan untuk beasiswa daripada nyumbang kondom.

Sekali lagi, inti permasalahannya ada pada budaya bangsa. Mungkin yang benar memang kita ini tidak punya budaya:(. Atau.. para pengambil kebijakan itu tidak berbudaya:(. Duh.. nothing I can do:((

One thought on “Seputar AIDS

  1. yenni says:

    hindari AIDS oceiyyyyyyyyy, jika kamu terkena jangan putus asa yupzzzzzzzzz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: