Kehalusan hati Umar Bin Khattab

Leave a comment

December 3, 2007 by Tara

Tadi aku melewati beberapa masjid, dan melihat pengajian di sana. Aku kok jadi terpanggil, mengapa aku tidak memanfaatkan apa yang ada di aku? Bukankah Nabi bersabda, kira-kira terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut “Sampaikanlah dariku walau 1 ayat“. Dan aku tergerak untuk mengisi blog ini dengan lebih banyak.

Saat ini terlintas di benakku untuk menulis tentang Ummar. Kita mungkin mengenal Ummar, sahabat Rasul, sebagai orang yang garang, orang yang ditakuti. Nah, pada saat aku kebetulan membaca Surat Thaaha, aku teringat kasus Ummar masuk Islam. Aku penasaran dan kemudian aku mencoba mempelajari, apa yang membuat Ummar bisa berubah dari akan membunuh Nabi menjadi masuk Islam setelah membaca Surat Thaaha.

Dengan memposisikan diriku sebagai Ummar pada waktu marah itu, aku kemudian membaca Surat Thaaha. Dan, subhanallah.. Luar biasa Surat Thaaha itu! Dan aku bisa memahami bagaimana Ummar sebagai lelaki yang kuat di masa itu sampai jatuh lemas setelah membacanya.

Mari kita lihat terjemahan surat tersebut :

1. Thaahaa

2. Tidaklah Aku turunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah

3. Kecuali sebagai peringatan bagi orang yang takut

4. Diturunkan dari yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi

5. Yang Maha Pemurah, yang bersemayam diatas Arsy

Mari kita bayangkan apa yang dialami Ummar.

Ummar pada saat membaca itu, dia sedang marah, galau karena Nabi Muhammad dianggapnya sebagai pemecah belah suku Quraisy. Maka dia menghunus pedang untuk membunuh Nabi Muhammad. Ketika membaca ayat pertama diatas, mungkin dia tidak bereaksi apapun (tidak memahami artinya).

Pada saat membaca ayat kedua, dia menurun emosinya. Karena dia melihat penjelasan bahwa Al-Qur’an bukan untuk memberatkan manusia.

Pada ayat ke tiga, dia mulai berhati-hati, karena dikatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan bagi orang-orang yang takut. Artinya orang yang tidak takut, tidak apa dong! Namun dia harus berhati-hati, karena kalimat ini masih terbuka.

Pada ayat ke empat, mulailah dia jatuh! Karena ini adalah lanjutan dari ayat ke-tiga. Al-Qur’an adalah peringatan bagi orang-orang yang takut, dan peringatan ini dikeluarkan dari yang mencipakan langit dan bumi! Siapakah kita ini sih? Pada saat itu, dia menyadari bahwa yang dihadapinya adalah Tuhan.

“Untuk lebih membayangkan kejadian ini, bayangkan saja ada seorang polisi kroco yang iseng mencoba memalak sebuah mobil. Dan ketika mobil dibuka, terlihatlah topi jendral di situ. Maka, jatuh lemas lah sang polisi kurang ajaran itu.

Ummar, sebagai seorang hamba yang bodoh, tidaklah berbeda dengan kasus polisi konyol diatas. Dia awalnya mau petentengan (sok, pamer kekuaran), mau membunuh Nabi. Namun setelah melihat Tuhan, langsung jatuh terduduk, karena kuasa Tuhan jauhhhh lebih tinggi daripada seorang jendral.

Ayat ke lima, semakin menggambarkan kuasanya Allah. Kuasa, namun tetap Maha Pemurah!

Subhanallah.. hampir menangis aku membayangkan peristiwa itu. Peristiwa itu merupakan penterjemahan sendiri dari aku, jadi entah benar entah tidak. Sekurang-kurangnya itulah perasaan yang akan muncul di aku, sekiranya aku menjadi Ummar pada saat itu.

Jadi siapa bilang Ummar berhati garang? Hati yang tidak lembut, tidak akan sanggup menangkap pesan yang sedemikian halus dari Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: