jump to navigation

tangis.. November 12, 2009

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
8 comments

Sekiranya Tuhan mengijinkan aku tuk menangis,

malam ini ingin aku menangis..

 

lost direction? November 12, 2009

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
3 comments

Duh, kok lost direction sih :(

Meski cuman beberapa saat idle, tapi kok rasanya nggak nyaman ya..

Bunga Terakhir August 22, 2009

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
add a comment

Lirik ini kutulis di blog sebagai apresiasiku kepada Bebi Romeo. Sukses selalu bro, dan teruslah berkarya!

====

Kaulah yang pertama menjadi cinta
Tinggallah kenangan
Berakhir lewat bunga
Seluruh cintaku untuknya

Bunga terakhir kupersembahkan kepada yang terindah
Sebagai satu tanda cinta untuknya
Bunga terakhir menjadi satu kenangan yang tersimpan
Tak ‘kan pernah hilang ‘tuk selamanya

Betapa cinta ini sungguh berarti
Tetaplah terjaga
Selamat tinggal kasih
‘Ku telah pergi selamanya

Oleh-oleh dari berhaji December 25, 2008

Posted by Tara in Religy, Semua tentang Aku.
4 comments

Alhamdulillah kemarin Allah memberiku kesempatan menjalankan ibadah haji.

Secara umum, Alhamdulillah prosesi ibadah berjalan lancar. Tidak ada hal-hal aneh lah yang terjadi selama prosesi ibadah itu.

Hal utama yang kudapat selama di sana justru ILMU. Alhamdulillah selama di sana Allah membukakan hati dan pikiran sehingga aku lebih mengetahui Tauhid.

Ibadah Haji, disebut sebagai puncak ibadah, ternyata sesungguhnya adalah puncak meng-ESA-kan Allah. Cermati talbiah yang dikumandangkan selama haji :

“Labbaik Allahumma labbaik

Labbaika laa syarika laka labbaik

Innal hamda wa ni’mata laka wal mulk

Laa syarika laka”

“Aku datang memenuhi panggilanmu Ya Allah, Aku datang

Aku datang memenuhi panggilanmu tidak ada sekutu bagi-Mu Aku datang

Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kekuasaan semua pada-Mu

Tak ada sekutu bagi-Mu”

Jadi dengan ibadah haji, kita benar-benar mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah. Pengakuan itu kita wujudkan dalam kesediaan kita datang ke Arafah, menjalankan berbagai rukun haji dan memperbanyak kalimat talbiah diatas. Padahal kalau menggunakan logika manusia, ngapain sih bersusah payah di padang pasir tengah hari bolong? Ngapain sih mesti nginap di Mina? Nggak di Mekkah aja? Ngapain sih mesti melempar batu? Itu semua kita lakukan sebagai bukti bahwa kita mengakui tiada tuhan selain Allah, dan kita ikuti perintah-Nya! Kita buang semua logika kita. Kita korbankan apa yang kita perlukan untuk menjalankan perintah Allah tersebut. Kita keluarkan energi, kita alokasikan waktu, semua untuk memenuhi perintah Allah! Tak ada sekutu bagi-Nya!

Di situ aku tersadar, ternyata konsekuensi Laa illaha illa Allah itu besar.

Dari situ aku memahami arti kata Alhamdulillah. Dari situ aku memahami arti doa.

Dengan kata Laa illaha illa Allah, maka ketika berobat (minum obat atau ke dokter), kita harus dengan kesadaran bahwa yang menyembuhkan sesungguhnya adalah Allah, bukan obat atau dokter! Ini aku lihat sebagai bentuk ke-syirik-an yang mungkin tanpa sengaja banyak kita terpeleset. Makanya ketika sakit disana, dan ketika minum obat, aku sangat berhati-hati dan meyakinkan niat bahwa kesembuhan hanya dari Allah. Obat aku minum aku anggap sama seperti makanan membuat aku kenyang, tidur membuat aku hilang lelah. Obah hanyalah suatu alat sebab akibat yang bisa memberi efek terhadap kesembuhan. Tapi kesembuhan sesungguhnya diberikan oleh Allah, entah melalui obat itu, melalui istirahat yang cukup, melalui air zamzam yang kuminum, atau melalui udara kering yang kuhirup, entahlah. Yang pasti, kesembuhan itu dari Allah asalnya! Itu adalah salah satu contoh.

Dalam segala kehidupan kita harus menterjemahkan bahwa semua yang kita terima itu dari Allah. Aku boleh menerima hadiah dari seseorang, tetapi hakekatnya itu dari Allah. Aku boleh mendapatkan kebahagiaan dari sesuatu, tetapi hakekatnya itu dari Allah. Dan sebagai ucapan terimakasih terhadap Allah, maka kita ucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Tidak perlu repot mengidentifikasi pujian apapun, karena SEGALA puji yang kita ucapkan bagi Allah, sebagai ucapan terimakasih atas semua yang kita terima dari-Nya.

Konsekuensi dari Laa illaha illa Allah adalah dalam SELURUH kehidupan, kita harus selalu ingat Allah. Allah itu ada, dan Allah lah yang memberikan semuanya. Apapun itu. Dengan pemahaman ini, maka WAJIB lah bagi kita untuk berdoa meminta pada-Nya. Karena kalau kita tidak meminta pada-Nya, yang terjadi adalah kita mempercayai ada yang bisa memberi selain-Nya (entah itu kekuatan kita, entah itu orang lain), artinya kita terjebak pada syirik! Dengan pemahaman itu, aku mulai saat itu berdoa hingga ke hal-hal yang kecil-kecil. Dulu aku termasuk yang menganggap hal-hal kecil itu tidak layak dibawa ke doa, itu urusan sepele. Ternyata pemahamanku ini salah besar, dan terkoreksi dengan pemahaman baru selama ber-haji ini.

Itulah oleh-oleh berhaji yang aku dapatkan. Masih ada sih beberapa pemahaman yang aku dapat seperti:

1. Al-Qur’an itu petunjuk dari Allah untuk manusia, disampaikan melalui Rasul (kelihatannya sederhana ya? Tapi memahaminya ternyata luar biasa!)

2. Salah satu bukti kebesaran Allah adalah Zamzam yang tidak mengikuti hukum-hukum alam.

Sebagai penutup, aku tidak berganti nama. Aku tetaplah seorang Taufiq yang seperti kemarin. Tidak ada istilah Pak Haji. Ini aku sampaikan ke setiap teman yang meski bercanda menyebutkan istilah itu. Saat berhaji, niat yang adalah laa riya’an wala sum’ah (tidak ada riya dan tidak ada keinginan populer). Aku menuliskan ini sebagai penyampaian hikmah saja, berharap dapat bermanfaat bagi yang lain.

Sosial = Ngobrol rame-rame? October 3, 2008

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
3 comments

=== Gugatan Seorang yang sering dianggap “tidak sosial” ===

Sepertinya definisi “sosial” yang umum di masyarakat adalah “bergaul/ beramah-tamah/ bisa ngobrol dengan orang banyak”. Dan seseorang dengan mudah dicap sebagai “tidak sosial” ketika dia tidak bisa beramah-tamah/ ngobrol ngalor ngidul dengan banyak orang. Orang yang pendiam = orang yang tidak bisa bersosialisasi.
Aku tidak tahu, apakah itu definisi yang benar?
Sepertinya terjadi penyederhanaan ya..
Seharusnya masyarakat lebih menekankan kata “sosial” pada suatu kepedulian sosial. Apalah artinya ngobrol manis kiri kanan, tetapi tangan terlipat ke belakang ketika ada yang membutuhkan?
Apalah arti ngobrol rame-rame ketika yang dibicarakan ternyata tidak bermanfaat atau malah menggunjing/ gosip ? (entah gosip tentang saudara sendiri atau gosip artis).

Aku menulis ini, kebetulan karena aku lebaran ini banyak bengongnya ketika berkumpul bersama keluarga. Emang aku orang yang susah ngomong dengan keluarga. Keluargaku sih mengerti dan tidak banyak mengkritik. Hanya saja aku tiba-tiba kepikiran sudut pandang orang-orang, maka aku menulis ini.

Tetapi namanya masyarakat, ada banyak pandangan. Aku punya pandangan, orang lain juga punya pandangan. Then, ya udah, hidup dengan pandangan masing-masing. Paling saling melihat dengan aneh satu dengan lainnya. Dan, itu adalah bagian dari kehidupan :) .

Tuhan telah memberiku banyak.. August 13, 2008

Posted by Tara in Religy, Semua tentang Aku.
2 comments

Alhamdulillah,

Tuhan telah memberiku banyak

sesuatu yang mungkin tidak banyak orang menerimanya

Ke depan..

Aku percaya Tuhan akan terus memberiku

entah apa, aku tidak tahu

satu hal yang aku pasti

Tuhan akan memberi yang terbaik untukku

meski kebodohanku terus mempertanyakan: Apa?? Kapan?? :(

Ditengah pertanyaan itu..

aku ingin menjadi orang yang mati

mati dengan kehendak

seperti alam

menerima semua yang ada

hanya dengan tasbih dan syukur

tanpa ada

pertanyaan APA dan KAPAN

hmm.. jadi ingat ucapan Ali, R.A.

“Waktu ibarat pedang, jika kamu tidak menggunakannya, dia akan memotongmu”

(kira-kira seperti itu lah bunyinya..)

mungkin, saat ini aku telah terpotong-potong

mungkin pula, ini belumlah masaku

dalam seperti ini, aku sadar

betapa manusia sangatlah bodoh

bahkan untuk satu menit ke depan pun tidak tahu apa yang akan terjadi :(

Tuhan.. kuatkanlah aku untuk terus bersyukur

atas semua nikmat yang kau berikan

Amien..

Haruskah ku menyerah? August 5, 2008

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
2 comments

Pertanyaan yang aku sendiri tidak bisa menjawab…

Hilang laptop July 4, 2008

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
4 comments

Untuk kesekian kalinya.. laptopku hilang.

Yah, semua sudah ketentuan yang tidak bisa dihindari. Sebelum kejadian, sempat sih seperti ada perasaan nggak enak. Dan laptop yang aku geletakkan aja, akhirnya aku masukkan ke lemari pakaian. Kemudian kunci yang biasanya aku tinggal di dapur, aku bawa. Komplit dah. Dan ketika aku balik, sekitar sejam kemudian, dan temanku bertanya “Kok kamarmu nggak dikunci?”, aku langsung tersadar: Laptop!

Benar dah. Laptop dan sebuah handphone ilang. Menambah kompleksitas suasana adalah : harddisk backup yang menyimpan data hingga akhir 2007 tiba-tiba rusak:(. Padahal sebelumnya baik-baik saja.

Ya sudahlah.. semua sudah terjadi.

Ada dua ungkapan yang aku ingat dalam kejadian ini. Pertama, ungkapan Sahabat Ali, R.A. yang kurang lebihnya adalah sebagai berikut : “Jika takdir sudah datang, maka kehati-hatianpun tidak berguna”. Sama dengan kejadianku, meski aku sudah menyimpan laptop di lemari, udah bawa kunci, yang terjadi ya terjadilah! (gimana ini Bud dari sisi kehendak bebas manusia? Hehe.. any comment?)

Ungkapan ke-dua adalah ucapan Bapakku ketika tulisannya di komputer hilang gara-gara gaptek. Padahal sudah 30-an halaman kalau gak salah. Aku yang merasa bertanggung jawab aja hampir nangis rasanya, eh Bapakku malah menceritakan ucapan Thomas Alfa Edison ketika laboratoriumnya terbakar : “Tuhan menghapus semua kesalahan-kesalahanku”. Dan kata Bapakku, dengan hilangnya tulisan Bapakku, maka Tuhan membersihkan semua kesalahan-kesalahan yang ada di tulisannya. Dan Bapakku bisa memulai tulisan baru tanpa terbebani kesalahan-kesalahan itu.

Dan akhirnya, aku terpaksa beli laptop baru lagi dah.

Perjalanan June 27, 2008

Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud, Semua tentang Aku.
1 comment so far

Kemarin Alhamdulillah, tidak sengaja aku malah terpaksa jalan-jalan keliling Indonesia. Acara sebenernya adalah kerjaan. Tapi disela-sela itu, memanfaatkan jam pagi hari atau malam hari, aku curi-curi untuk menikmati alam. Luar biasa, menikmati keindahan alam Indonesia. Alhamdulillah sempat menyambung silaturahmi, mengunjungi Bulikku (Lik Khil) di Jogja.

Dari perjalanan ini, selain keindahan alam, sebenarnya yang terlihat olehku adalah terasa betapa kayanya alam Indonesia. Lautnya (ombak, ikan, biota laut), kepulauannya (apa yang ada di pulau tersebut??), angin, gunung, dll. Ungkapan klise memang, semua itu kekayaan Indonesia yang belum terkelola dengan baik. Bedanya hanya: aku merasakan langsung kekayaan alam tersebut! Melihat itu semua, seharusnya tidak ada istilah kemiskinan di Indonesia. Entah kapan aku bisa ikut berperan secara langsung memanfaatkan alam Indonesia.

Selain kekayaan alam, aku juga melihat masyarakat Indonesia. Aku coba meresapi budaya dari tiap-tiap masyarakat yang ada. Mencoba melihat, faktor apa saja yang berpengaruh dalam membentuk budaya tersebut. Saat ini aku masih belum bisa merangkum semuanya. Aku baru sebatas merasakan. Mungkin kalau aku ada waktu, aku akan coba merangkumnya.

Sisa yang bisa dilihat adalah photo-photo ini. Mulai dari Sungai Kapuas di Pontianak, Pantai Losari di Makassar, Jogja, dan Bali (untuk Tanjung Pinang, Kepri, aku belum upload photo. Tapi ini nulis di Tanjung Pinang).

 

 

Doa keponakan June 22, 2008

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
2 comments

Aku tuh punya keponakan yang lucu dan cerdas banget. Alhamdulillah semua ponakan-ponakanku cerdas, tapi Ameera ini adalah yang paling cerdas dari semuanya. Dia punya kemampuan untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda.

Kebetulan, dari semua keponakan, sepertinya tuh dia yang paling sering aku belikan sesuatu. Nggak sengaja sih:D. Nah, kemarin aku beliin dia bando dan kacamata mainan. Lucu sih untuk anak-anak. Terus ibunya cerita ke aku, ketika dia nerima bando dan kacamata itu, dia bilang “Ya Allah, kok Om Taufiq baik banget sama aku ya, sering banget beli-beliin aku. Ya udah aku doain supaya nikah dengan Luna Maya atau Cathi (pemain extravaganza itu lho..). Atau nanti aku mau nabung, ngebeliin om Taufiq sepatu”

Wakaka… ketawa habis aku dengernya:)).

Lha wong omnya sendiri nggak kepikiran sampe kesitu, kok si ponakan satu ini pikirannya ke mana-mana.

Kakakku commentnya “kamu untung banget, hadiah cuman segitu tapi doanya sedemikian saktinya”. Hehe.. maklumlah, om jagoan:D