Maulid Nabi dan Libur March 6, 2009
Posted by Tara in Ragam.trackback
Senin besok, libur. Judulnya karena perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
Tadi pas sholat Jum’at, Khatib bertutur cukup bagus. Khatib menyampaikan betapa besar yang telah dilakukan Rasul untuk ummat, dan sebagai rasa terimakasih yang perlu kita lakukan cukup mengikuti ajaran-ajaran beliau. Sami’na waato’na (kami dengar dan kami taat).
Saya sangat-sangat setuju dengan hal yang terlihat sangat sederhana itu.
Yang kemudian berkelebat di kepalaku adalah: libur dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W, perlukah?
Saya berpikir, apa yang akan dilakukan orang-orang? Bukankah tidak ada ibadah yang perlu dilakukan secara khusus? Kalaupun perayaan, yang PERLU dilakukan bukanlah merayakan, tetapi justru mengikuti ajaran Rasul dalam seluruh kehidupan kita. So, kenapa jadi ada hari libur? Aku masih tidak paham arti libur itu.
pertanyaan yang sama bisa diajukan pada hari-hari libur seperti 17 agustus dan 1 januari. Bahkan hari-hari libur lainnya, termasuk hari besar agama (bagi yang tidak merayakannya).
btw, lama tak jumpa nih
Hehe, bener Fathi
Aku berani menanyakan ini, karena kebetulan aku orang Islam yang tahu kondisi real di dalamnya. Dan aku membandingkan Maulid Nabi ini dengan Iedul Fitri dan Iedul Adha. Tentang hari besar agama lain, aku gak berani mempertanyakan sebelum tahu persis.
Gimana di Malaysia Fath? Lancar-lancar aja kah? Kalau ke Bandung mesti mampir-mampir lah ya, ngobrol2 kita. Sharing, apa yang kamu lakukan disana.
kang, saya menulis sesuatu sebagai ucapan terima kasih saya ke kang tara diblog saya … kalo sempet dibaca dan dikomentari yah
makasih.