Sekali lagi: ketidak adilan internasional March 20, 2009
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud.4 comments
Beberapa waktu lalu, saat desakan untuk berbagai pihak di Israel diajukan ke ICC (International Court Criminal), karena kejahatan perang sewaktu penyerangan Gaza, para ahli hukum (termasuk dari ICC kalau nggak salah. Untuk lebih pasti, silahkan googling deh) mengatakan bahwa Israel tidak bisa diadili karena mereka tidak masuk sebagai anggota ICC.
Yah, meski harus menahan gondok, oke lah..
Yang menarik, barusan aku membaca berita ini :
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/03/20/05212744/icc.sarat.kepentingan.politik.abaikan.hukum
copy text sebagai berikut :
===
Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Pengacara Sudan Fathi Khalil dan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Ibrahim Bushra Mohamed Ali, Kamis (19/3) di Jakarta.
Fathi menegaskan, Sudan bukan anggota Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Court/ICC) dan tak terikat keputusan ICC.
====
Inikah standar ganda pengadilan internasional?
Bagaimana mungkin untuk Israel karena tidak termasuk anggota kemudian tidak diadili, sementara Sudan yang juga bukan anggota tetap diadili?
(note: tulisan ini masih tidak membicarakan, apakah pengadilan berjalan fair atau tidak yah.)
Sekiranya sistem keadilan internasional adalah seperti ini, maka semua output dari ICC jadi dipertanyakan, seberapa independen dan fair mereka sebenarnya???
Maulid Nabi dan Libur March 6, 2009
Posted by Tara in Ragam.3 comments
Senin besok, libur. Judulnya karena perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
Tadi pas sholat Jum’at, Khatib bertutur cukup bagus. Khatib menyampaikan betapa besar yang telah dilakukan Rasul untuk ummat, dan sebagai rasa terimakasih yang perlu kita lakukan cukup mengikuti ajaran-ajaran beliau. Sami’na waato’na (kami dengar dan kami taat).
Saya sangat-sangat setuju dengan hal yang terlihat sangat sederhana itu.
Yang kemudian berkelebat di kepalaku adalah: libur dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W, perlukah?
Saya berpikir, apa yang akan dilakukan orang-orang? Bukankah tidak ada ibadah yang perlu dilakukan secara khusus? Kalaupun perayaan, yang PERLU dilakukan bukanlah merayakan, tetapi justru mengikuti ajaran Rasul dalam seluruh kehidupan kita. So, kenapa jadi ada hari libur? Aku masih tidak paham arti libur itu.
Ekonomi Islam di CNN March 3, 2009
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud.add a comment
Semalem pas nonton di CNN, melihat pembahasan tentang ekonomi Islam. Saat itu CNN sedang mengulas masalah jatuhnya pasar finansial di US, bagaimana berbagai institusi (bank, asuransi, dll) mengalami kerugian besar-besaran. Di tengah kerugian itu, ternyata bank-bank yang menjalankan syariah Islam diuraikan sebagai tangguh menghadapi krisis. Kabar terbaru, bahkan pemerintah Inggris berencana mengeluarkan SUKUK!
Hal yang menarik, aku melihat bagaimana CNN bisa menguraikan ekonomi Islam dengan sederhana. Dia katakan, sistem perbankan Islam memiliki aturan :
1. Tidak ada riba. Yang ada adalah berbagi keuntungan (termasuk jika kondisi debitor rugi).
2. Uang tidak ditanamkan untuk usaha yang spekulatif
Aku lupa, ada tambahan lain lagi atau tidak. Hanya saja aku menyoroti itu yang disampaikan secara sederhana.
Komentarku adalah: CNN bisa melihat prinsip ekonomi Islam dengan tepat. Jadi ekonomi Islam itu bukan berarti ekonomi yang anti pasar, bukan berarti penggunaan uang dinar/ mata uang emas, tetapi pada prinsip-prinsip yang dianutnya!
Sistem ekonomi kapitalis/ pasar bebas sejatinya adalah istilah untuk sistem ekonomi yang :
1. Memberikan kebebasan berusaha kepada tiap individu.
2. Memberikan pengakuan atas hak milik individu.
Dan hal ini pun ada pada saat jaman Nabi. Bukankah Nabi dan para sahabat juga berdagang? So, jangan dikatakan bahwa sistem ekonomi Islam itu berbeda dengan sistem pasar bebas.
Hanya saja dalam sistem perbankan-nya, terdapat perbedaan NILAI/ Aturan. Yah point-point yang diuraikan CNN itu lah.
Apakah sistem ekonomi dengan nilai-nilai Islam membawa inflasi? DUGAAN saya adalah: YA!
Karena ekonomi Islam tidak berbeda dengan sistem pasar yang ada saat ini, hanya berbeda nilai (please note: berbeda nilai/ niat, dalam Islam cukup significant. Itu bisa mengubah 100 perak yang diterima dari haram menjadi halal). Secara matematis, disisi konsumen tetap berinteraksi seperti biasa dengan berbagai perusahaan. Tetap terjadi transaksi jual beli dengan margin keuntungan yang normal. Kemudian secara matematis, hubungan antara perusahaan dengan perbankan juga normal, tetap ada sekian rupiah yang dibayarkan untuk pembagian keuntungan dari perusahaan ke bank. Dari sini aku simpulkan, inflasi tetap akan ada. Tetapi yang terjadi adalah inflasi yang sehat! Artinya, inflasi yang memang benar-benar dibutuhkan oleh pasar, bukan inflasi yang berlebihan akibat transaksi spekulaitf.
Ketika inflasi terjadi, maka mata uang berbasis emas menjadi tidak bisa diterapkan. Penjelasan sederhananya, karena mata uang emas tidak bisa mengalami inflasi. Sebagai gambaran sederhana, misalkan suatu negara punya 1000 ayam dan 1 kg emas. Akibatnya 1 ekor ayam dihargai dengan 1 gr emas. Namun ternyata peternakan ayam berkembang lebih tinggi daripada penambangan emas. Akibatnya, sekian tahun kemudian, ketika negara memiliki 3000 ayam dan 1.5 kg emas, yang terjadi 1 ekor ayam akan dihargai 1/2 gram emas. Akibatnya justru deflasi, yang mengakibatkan orang malas untuk beternak ayam, padahal disisi lain penduduk bertambah sehingga kebutuhan ayam bertambah.
Aku menulis ini untuk memberi sedikit ilustrasi bagi teman-teman yang masih berpikiran seolah ekonomi Islam adalah penerapan uang dinar/ emas. Sekali lagi, ekonomi Islam adalah pada aturan-aturannya. Bukan masalah mata uangnya.