Kalkulus dalam kehidupan sehari-hari January 24, 2009
Posted by Tara in Pengetahuan Umum.5 comments
Aku tadi habis ngobrol dengan Rosihan. Kok terus ingat salah satu hasil perenunganku dulu.
Dulu tuh waktu kuliah Kalkulus III kalau nggak salah, dosennya waktu itu bicara “kalau sampai setelah kuliah ini kalian cuman bisa mengoperasikan rumus-rumus kalkulus ini, maka kalian tidak mendapatkan ilmu kalkulus”. Udah cuman ngomong gitu doang, terus dia pergi.
Aku penasaran dengan kalimat itu, kemudian aku mencoba meng-eksplore lebih jauh, akhirnya aku menyimpulkan beberapa hal berikut :
1. Pelajaran dari integral.
Prinsip dasar integral adalah : untuk menghitung suatu luas, pecahlah suatu wilayah yang bentuknya tak beraturan menjadi pecahan kecil-kecil, sedemikian kecil sehingga luas tiap bagian bisa dihitung sebagai perkalian Panjang x Lebar. Kemudian gabungkan semua hasil perkalian, maka didapat luas keseluruhan.
Pelajaran yang ditarik dari prinsip ini adalah : setiap bertemu masalah yang besar dan rumit, maka: pecah masalah itu menjadi masalah-masalah yang kecil yang mudah dipecahkan, kemudian selesaikan tiap-tiap masalah kecil tersebut. Kemudian gabungkan semua permasalahan tersebut. Then, big problem solved
.
2. Limit X mendekati …
Di Kalkulus kita ada pelajaran menghitung nilai X di limit mendekati titik tertentu (yang sering dipakai: limit mendekati tak terhingga).
Pelajaran dari sini adalah: ketika kita dilanda suatu keraguan (misal bingung antara ya atau tidak) maka ambillah proyeksi limit mendekati tak hingga. Dengan proyeksi seperti itu kita bisa menilai, ternyata kondisi masa depan adalah seperti itu. Maka kita bisa ambil keputusan untuk mengabil pilihan yang mana. Contoh kasus: kita akan ambil tawaran kerjaan di perusahaan minyak dengan ditempatkan di lautan dekat Kutub Utara. Ketika bingung untuk menerima atau tidak, ekstrapolasikan aja situasi jauh ke depan. Misal: 5 tahun kedepan kalau kita terus disitu apa yang terjadi? Ternyata jawaban kita adalah :
- Kita akan melakukan adaptasi sehingga enjoy menjalani kehidupan sehari-hari
- Kita bisa mengumpulkan tabungan yang significant yang bisa dimanfaatkan untuk A, B,C, dll.
Dengan kondisi demikian, maka kemungkinan besar pilihan adalah: ambil.
Tapi kalau ternyata situasi ke depan dalam bayangan kita adalah :
- Stress, sehingga harus masuk perawatan RS Jiwa
- Nggak ada tabungan, karena uang habis untuk pengobatan
- Nggak ada ilmu apapun, karena hanya diperlakukan sebagai operator terdidik.
Then, bisa jadi kita memilih untuk tidak mengambil tawaran tersebut.
Itulah hasil perenunganku dulu, dan sampai sekarang prinsip-prinsip itu terus kupakai. Semoga sharing-nya ini bermanfaat
Kontradiksi dan Non-Kontradiksi January 12, 2009
Posted by Tara in Pengetahuan Umum.5 comments
Ini adalah issue lama antara aku dan Budi. Aku percaya penuh bahwa Tuhan itu Maha Besar, tidak diikat oleh logika. Sehingga hukum kontrakdisi atau non kontradiksi tidak mengikat Tuhan.
Dulu-dulu aku hanya berbicara tentang keyakinan, tanpa sanggup memberikan bukti riil tentang kontradiksi.
Sekarang aku punya bukti riil kontradiksi. Yaitu tentang air. Kita semua tahulah tentang siklus air, bagaimana air berasal. Nah, sekarang bagaimana dengan Zamzam?
Aku kemarin berpikir panjang tentang zamzam dan tidak menemukan penjelasannya secara logika. Berikut adalah fakta :
1. Sebuah sumber air, umumnya lingkungan disekitarnya dijaga. Ketika lingkungan sekitarnya rusak, maka yang terjadi sumber air itu akan rusak dan berhenti mengeluarkan air. Fakta di air Zamzam : di sekeliling area itu dipenuhi dengan hotel-hotel bertingkat tinggi (artinya ada penggalian tanah yang dalam untuk pondasi), termasuk jalan-jalan bawah tanah di sekitar Masjidil Haram. Ini adalah sesuatu yang berkontradiksi dengan hukum alam (dalam pemikiran manusia).
2. Ada sebagian berpendapat bahwa air Zamzam itu berasal dari laut yang terfilter lapisan tanah, sehingga mata air Zamzam tidak akan pernah habis. Pertanyaan sederhana : seberapa cepat sih rembesan air melalui tanah? Kalau mau coba, buat tumpukan tanah satu drum, kemudian taruh air satu liter di atasnya. Kemudian lihat seberapa cepat air turun. Akan lebih cepat kita menuang air daripada air turun! Nah, bayangkan untuk kebutuhan selama 1 bulan (anggap selama prosesi haji), dibutuhkan 40 juta liter air zamzam. Bayangkan, bagaimana air melalui laut menembus tanah, apakah bisa menghadapi sedotan pompa sedemikian kencang? Dugaanku, nggak akan bisa!
3. Seandainya lah Zamzam ternyata air purba (air tersimpan dibawah tanah, seperti minyak), kemudian bisa keluar dengan kecepatan pancar mengikut kecepatan sedot 40 juta liter dalam 1 bulan. Pertanyaannya, seberapa besar cadangan air ini? Dan, kenapa setelah musim haji selesai, dia tidak memancar dengan kapasitas yang tetap? Lihat lumpur porong, terus menerus itu keluar dari permukaan bumi. Kalau mengikuti logika maka seharusnya Makkah sudah kebanjiran dari dulu karena air Zamzam terus menerus keluar dengan kapasitas luar biasa.
So, gimana komentarmu tentang prinsip non kontradiksi dalam kasus ini Bud? Ditunggu comment-nya:p
Mengenal Tuhan January 12, 2009
Posted by Tara in Pengetahuan Umum, Religy.2 comments
Apakah kalian percaya Presiden SBY ada? Saya rasa kita semua percaya penuh SBY itu ada. Kita tentunya tidak menganggap SBY itu hanya rekaan yang diciptakan oleh media (meski kita mungkin belum pernah berhadapan langsung dengan SBY).
Hal lain, kita tentu sering mendengar dia bicara di TV, membaca pidato / pesan-pesan yang dia sampaikan di koran atau media-media lain. Mungkin malah menerima SMS blast dari beliau (tentang narkoba). Bagaimana respon kita? Yah, berlalu bersama angin ajah.. Saya rasa sebagian besar bersikap seperti itu.
Nah, seperti itulah mungkin sebagian besar kita bersikap terhadap Allah. Kita tahu, percaya dan yakin Allah itu ada. Tapi keyakinan kita seperti keyakinan kita terhadap SBY itu ada. Nggak ada bedanya, nggak ada rasanya.
Sekarang bedakan antara mengenal SBY dan mengenal sahabat baik kita, atau saudara atau pacar, atau siapapun lah yang dekat dengan kita. Yang kita bisa menemuinya, berbicara langsung dengan dia, dan kita punya pandangan yang baik tentang dia. Jika ditanya apakah seseorang yang dekat dengan kita itu ada? Dengan sangat mantap kita akan menjawab ” ada! “, lha tiap hari ketemu dan ngobrol kok. Kemudian kalau seseorang tadi berbicara memberikan info misal “eh besok berangkatnya lebih pagi 10 menit, daripada kena macet“, atau “hati-hati, jangan makan xxxx karena itu tercemar melamin” besar kemungkinan kita akan mengikuti pesan itu karena kita tahu pasti siapa yang memberikan pesan dan pengirim pesan tidak akan main-main.
Nah, seperti mengenal orang yang dekat itulah kita mestinya mengenal Tuhan. Cobalah untuk menanamkan kesadaran bahwa Allah itu ada, senyata sahabat baik yang ada di depan mata kita. Allah itu bukan di angan-angan, jauh di awang-awang. Mengutip Nabi, Allah bahkan sedekat urat leher kita (tolong jangan ditafsirkan aneh-aneh dulu ya..). Coba benar-benar praktekkan itu dulu: tanamkan dalam kesadaran bahwa Allah itu ada, senyata sahabat kita.
Setelah tertanam di kesadaran bahwa Allah itu ada, maka pahamilah, bahwa Al-Qur’an itu adalah petunjuk dari Allah yang diberikan kepada kita, sebagai panduan kita hidup di dunia. Al-Qur’an bukan buat Nabi lho, itu semacam surat yang dikirim untuk kita. Pengirimnya adalah Allah (ini real, bukan khayalan) melalui Rasul. Jadi Rasul itu seolah tak lebih dari seorang tukang pos (note: ini bukan untuk merendahkan Rasul ya, tapi memberikan pemahaman tentang sang pembawa pesan dan pengirim pesan. Dan dalam kasus ini, Allah sebagai pengirim pesan adalah jauh lebih tinggi daripada Rasul. Rasul tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah). Hanya saja Rasul mengantarkan pesan dari Allah untuk ummat manusia.
Jadi harus benar-benar kita pahami, bahwa Al-Qur’an itu turun untuk kita semua! Itu bukan untuk Rasul seorang. Al-Qur’an diturunkan karena Allah Rahman dan Rahim. Allah memberi tahu semua yang kita perlu tahu agar selamat mengarungi kehidupan ini.
Dengan pemahaman ini, aku jadi jauhhhhhh lebih menghargai Al-Qur’an! Al-Qur’an bukan lagi sebagai kata-kata suci yang malah menjadi di awang-awang. Al-Qur’an menjadi benar-benar sebuah buku panduan. Dengan pemahaman ini aku lebih meyakini tentang keberadaan Iblis. Kisah-kisah yang ada di dalam Al-Qur’an jadi jauh lebih hidup dalam pemahamanku karena aku percaya penuh semua yang disampaikan itu benar.
Entahlah, apakah rekan-rekan bisa memahami apa yang aku rasakan ini. Mungkin aku kurang bisa menuliskan dengan baik. Cara lain untuk bisa lebih tahu, selain dari membaca tulisanku ini.. berdoalah untuk diberi pemahaman oleh Allah, karena Allah lah pemberi ilmu kepada kita semua.