Prepare for the big disaster ??? June 28, 2008
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud.4 comments
I read oil price has touch a new record again, $ 141. I think, this is not the last record. We just wait for the new record again, again and again. And, I think it will lead to a BIG DISASTER on the world. But I don’t know, what kind of disaster it will be.
I have read a lot of explanation about oil price hike. Below is the most rationale explanation I can accept :
- There is no high jump on oil consumption. Yes, consumption is growth. But consumption growth still on a normal curve, while price hike is exponential.
- There is no reduce on production rate. There is a threat on security by Israel-Iran (Iran nuclear case), there is a threat on Niger (or other country in Africa? CMIIW) oil production by a rebel. But the point is, we have through years on oil issue (Iraq war, Venezuela, etc), and so far, there is only a bit oil price movement (compare with current volatile price).
Then, there is no unbalanced oil consumption-production!
Then, why oil price continue to hike?
I believe, this is a consequence of our economic system. Previously we have see financial disaster on subprime mortgage. It lead to a fall of prestigious financial company. Billion (or trillion?) dollar has lost. After this, flow of money move from finance market to oil market. Right now, only 25% (or 20%?) is actual transaction. The rest is only paper transaction. And this is that lead to oil hike price!
Sorry that I’m not providing good data on this article. I resumed this only from pieces of information that stored in my mind, but I’m pretty sure that general explanation here is correct.
Note : this article is dedicated to Tanneke:D . I promise her, that some times I’ll write a blog in English.
Perjalanan June 27, 2008
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud, Semua tentang Aku.1 comment so far
Kemarin Alhamdulillah, tidak sengaja aku malah terpaksa jalan-jalan keliling Indonesia. Acara sebenernya adalah kerjaan. Tapi disela-sela itu, memanfaatkan jam pagi hari atau malam hari, aku curi-curi untuk menikmati alam. Luar biasa, menikmati keindahan alam Indonesia. Alhamdulillah sempat menyambung silaturahmi, mengunjungi Bulikku (Lik Khil) di Jogja.
Dari perjalanan ini, selain keindahan alam, sebenarnya yang terlihat olehku adalah terasa betapa kayanya alam Indonesia. Lautnya (ombak, ikan, biota laut), kepulauannya (apa yang ada di pulau tersebut??), angin, gunung, dll. Ungkapan klise memang, semua itu kekayaan Indonesia yang belum terkelola dengan baik. Bedanya hanya: aku merasakan langsung kekayaan alam tersebut! Melihat itu semua, seharusnya tidak ada istilah kemiskinan di Indonesia. Entah kapan aku bisa ikut berperan secara langsung memanfaatkan alam Indonesia.
Selain kekayaan alam, aku juga melihat masyarakat Indonesia. Aku coba meresapi budaya dari tiap-tiap masyarakat yang ada. Mencoba melihat, faktor apa saja yang berpengaruh dalam membentuk budaya tersebut. Saat ini aku masih belum bisa merangkum semuanya. Aku baru sebatas merasakan. Mungkin kalau aku ada waktu, aku akan coba merangkumnya.
Sisa yang bisa dilihat adalah photo-photo ini. Mulai dari Sungai Kapuas di Pontianak, Pantai Losari di Makassar, Jogja, dan Bali (untuk Tanjung Pinang, Kepri, aku belum upload photo. Tapi ini nulis di Tanjung Pinang).
Taksi Ekonomis June 23, 2008
Posted by Tara in Bisnis.1 comment so far
Kemarin aku terpikir, kenapa tidak meluncurkan taksi ekonomis? Di jakarta yang ada adalah taksi dengan jenis mayoritas sedan: Soluna, Vios, Proton, Kia, dll. Sebagian besar konsumsi BBMnya adalah 10-15 km/ liter.
Dengan adanya kenaikan BBM, sebagian taksi beralih ke gas. Ini menurunkan biaya BBM sekitar 40-50% (gas dibandingkan bensin). Nah, alternatif lain, kenapa tidak menggunakan taksi dari Suzuki Estillo? Dari sisi konsumsi BBM bisa 28 km/liter. artinya, hampir 50% dari taksi saat ini.
Tapi ini adalah ide yang masih mentah. Masih harus dicek berbagai hal :
- Penerimaan konsumen: maukah konsumen dengan mobil kecil?
- Biaya-biaya lain (maintenance), berapa besarnya?
- Harga akhir ke konsumen, berapa? Seberapa efek harga tersebut terhadap konsumen?
Kemarin aku jalan ke Pontianak, disana mobil kecil yang digunakan untuk taksi. Cuman aku belum sempat tanya-tanya tentang point-point diatas. Silahkan kalau ada yang tertarik melanjutkannya.
Distorsi nilai-nilai ekonomi June 23, 2008
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud.2 comments
Ilmu ekonomi pada prinsipnya adalah ilmu untuk mengangkat kesejahteraan manusia, dan artinya harkat hidup manusia juga meningkat. Demi kemudahan, dilakukanlah beberapa penyederhanaan sehingga ukuran pertumbuhan kesejahteraan dinyatakan dalam ukuran materi (mata uang). Kemarin aku sempat jalan-jalan ke beberapa daerah. Aku kemudian terpikir, apa yang sebaiknya dilakukan untuk orang daerah tersebut. Dan.. kurasa pembangunan ekonomi bukanlah segalanya. Karena pembangunan ekonomi saat ini telah terdistorsi dari tujuan semulanya, MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MANUSIA.
Bicara tentang urusan kesejahteraan, hal yang sederhana aja deh: KESEHATAN! Jelas itu salah satu faktor yang diukur dalam kesejahteraan. Masalahnya, ternyata materi tidak identik dengan kesehatan! Aku melihat beberapa daerah, dimana pendapatan masyarakatnya (dalam rupiah) mungkin tidak tinggi. Kondisi sekitar pemukiman mereka aku lihat kotor, tidak tertata. Dan aku melihat, SEANDAINYA mereka cukup terdidik, tidak butuh mereka lebih kaya (secara materi) untuk bisa hidup lebih sehat dan nyaman (artinya lebih sejahtera). Cukup mereka menggunakan waktu luang mereka daripada untuk nganggur dan aktifitas tidak jelas, mereka bisa gunakan waktu untuk membersihkan halamannya, menata tanaman yang ada. Itu adalah hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Mereka juga bisa memasak dengan baik, sehingga dihasilkan makanan yang sehat dan bergizi (note: banyak makanan tidak sehat/bergizi karena kesalahan cara memasak). Hal-hal tersebut, secara ilmu ekonomi tidak dapat diukur, namun sebenarnya itu adalah bagian dari kesejahteraan, yang bisa dengan mudah dikejar tanpa perlu menunggu datangnya materi (uang).
So, apa solusinya? PENDIDIKAN! Mestinya pendidikan adalah solusi untuk meningkatkan kesejahteraan (bukan ekonomi ya!). Sayangnya, aku nggak tahu, apakah pendidikan di Indonesia mengajarkan hal ini? Setahuku, pendidikan di Indonesia sudah berubah menjadi perangkat latihan dengan seperangkat sistem penilaian. Jiwa pendidikan entah ada dimana. Padahal itulah nyawanya. Ibaratnya tubuh tanpa jiwa, itulah dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Seandainya pendidikan berjalan dengan baik, meski angka ekonomi (pendapatan, pertumbuhan) tidak terlalu besar, tetapi kenyamanan hidup bisa kita dapatkan. Then, sepertinya solusi utama bangsa ini adalah pendidikan! Perlu dilakukan revolusi pendidikan! Perjelas tujuan pendidikan dan metodenya! Tanpa ada revolusi di bidang pendidikan, sepertinya mustahil peningkatan kesejahteraan. Jangan tertipu dengan angka-angka ekonomi.
Note : sebenernya aku pengen nulis dengan bahasa lebih ekonomi. Cuman kok malah nyasar ke pendidikan. Kapan-kapan kali aku nulis dengan referensi-referensi deh. Sambil membuka buku Economics nya Samuelson dan buku Sejarah Pemikiran Ekonomi.
Doa keponakan June 22, 2008
Posted by Tara in Semua tentang Aku.2 comments
Aku tuh punya keponakan yang lucu dan cerdas banget. Alhamdulillah semua ponakan-ponakanku cerdas, tapi Ameera ini adalah yang paling cerdas dari semuanya. Dia punya kemampuan untuk melihat sesuatu dari sisi yang berbeda.
Kebetulan, dari semua keponakan, sepertinya tuh dia yang paling sering aku belikan sesuatu. Nggak sengaja sih:D. Nah, kemarin aku beliin dia bando dan kacamata mainan. Lucu sih untuk anak-anak. Terus ibunya cerita ke aku, ketika dia nerima bando dan kacamata itu, dia bilang “Ya Allah, kok Om Taufiq baik banget sama aku ya, sering banget beli-beliin aku. Ya udah aku doain supaya nikah dengan Luna Maya atau Cathi (pemain extravaganza itu lho..). Atau nanti aku mau nabung, ngebeliin om Taufiq sepatu”
Wakaka… ketawa habis aku dengernya:)).
Lha wong omnya sendiri nggak kepikiran sampe kesitu, kok si ponakan satu ini pikirannya ke mana-mana.
Kakakku commentnya “kamu untung banget, hadiah cuman segitu tapi doanya sedemikian saktinya”. Hehe.. maklumlah, om jagoan:D
Matinya sepotong hati June 5, 2008
Posted by Tara in Semua tentang Aku.8 comments
Barusan aku jalan-jalan ke Gramedia. Biasa.. refreshing.
Pas melihat-lihat novel, tiba-tiba aku tersadar, sepertinya aku telah kehilangan sepotong hati. Aku seperti sudah tidak ada rasa lagi untuk membaca-baca novel yang mengharu biru. Aku hanya bisa membaca buku yang memanfaatkan kepingan otak, tidak lagi kepingan hati.
Entah sejak kapan aku seperti itu. Perasaan aku dulu orang yang suka dengan hal-hal yang sifatnya emosi.
Apakah ini suatu siklus manusia? Aku benar-benar tidak tahu.
Kurasa, diriku sekarang tinggalah seonggok tulang, daging dan kepingan otak.
Kesaksian June 4, 2008
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud.3 comments
Tulisan ini aku buat, melihat cemoohan yang ditujukan ke FPI gara-gara kasus kerusuhan di Monas.
Jelas aku menentang kekerasan. Jelas cara-cara FPI itu tidak bisa dibenarkan. Jelas bahwa para pengguna kekerasan patut di-adili.
Hanya saja.. apakah FPI sangat-sangat buruk???
Tulisan ini aku tujukan untuk membantah bahwa FPI itu sangat-sangat buruk. Pada saat tsunami di Aceh, FPI adalah salah satu kelompok dari sekian banyak kelompok yang membantu di Aceh. Relawan dari FPI termasuk pasukan berani mati. Mereka dengan beraninya mengangkuti mayat-mayat yang sudah membusuk tanpa perlindungan yang memadai. Kenekatan mereka hanya disamai oleh para tentara. Sementara kelompok-kelompok lain, bekerja dengan full protection untuk mencegah terkena virus / berbagai macam penyakit. Pada saat itu komentarku adalah, meski mereka dibilang biang onar/ kelompok kekerasan, at least di saat bencana mereka menunjukkan bahwa mereka tidak ragu untuk berkotor tangan, ikut membantu sesamanya (sampai nekat mengabaikan keselamatan diri).
Sekalian juga, tulisan ini untuk aku menuliskan kesaksian pada situasi pasca tsunami di Aceh. Banyak pihak yang membantu di Aceh. Banyak kelompok-kelompok kecil dari Indonesia yang bahu membahu membahu membantu saudaranya di Aceh. Dari sisi institusi, acungan jempol patut diberikan kepada tentara dan PKS. Tentara di sana, jauh dari kesan sewenang-wenang. Justru mereka bekerja dengan sangat-sangat serius. Meski, dengan segala keterbatasan, hasilnya ya seperti itu. Namun dari sisi kesungguhan kerja.. dua jempol buat TNI! Institusi lainnya adalah relawan PKS. Luar biasa jumlah mereka. Dengan kaus putih identitas pengenal mereka, jumlahnya sangat banyak. Diluar institusi itu.. hampir tidak kelihatan. Ada, tapi masing-masing sangat kecil, hanya sebagai pemanis. Aku menuliskan ini, karena terlihat berita-berita di seputar tsunami tidak banyak (tidak ada???) yang mengungkap keseriusan pihak-pihak ini. Yang ada malah tentara dijelek-jelekkan. Semoga tulisan ini bisa menjadi testimoni.
Tribute to Pak Anwar Supriyadi June 2, 2008
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud.8 comments
Salutku untuk Pak Anwar Supriyadi, Dirjen Bea & Cukai saat ini.
Aku mengamati berita tentang beliau sejak dilantik menjadi Dirjen Bea & Cukai. Kebetulan aku mengenal Pak Anwar ini sejak jaman mahasiswa, waktu aku masih di KOKESMA ITB dan beliau menjadi Dirjen di Depkop. Pada waktu mahasiswa aku mengenal Pak Anwar sebagai seorang pribadi yang baik, yang mau membantu orang-orang muda. Dan seiring berjalannya waktu aku mendengar cerita-cerita yang baik tentang beliau lah..
Ketika beliau ditunjuk menjadi Dirjen Pajak, aku sudah menduga bahwa pasti akan ada resistensi. Dan benar.. di awal-awal beliau jadi dirjen, cukup banyak demo-demo yang aneh (aku tulis disini : http://dotindo.blogs.friendster.com/tara/2006/07/geliat_perlawan.html)
Berita terbaru, hari Jum’at-Sabtu ini membuat aku tertawa:D. KPK menggeledah Bea & Cukai Tanjung Priok atas permintaan Dirjen Bea & Cukai:D. Dan teryata itu adalah langkahnya tindak lanjut dari langkah revolusioner yang dia lakukan sebelumnya. Pada Bulan Mei 2007 ternyata dia melakukan pembersihan terhadap 1300 pegawai Bea & Cukai Tanjung Priok. Kocok ulang antara Tanjung Priok dengan Bea & Cukai dari daerah. Ini suatu langkah yang sangat-sangat strategis. Hmm.. jadi keingetan, langkah ini juga dilakukan oleh Rizal Ramli ketika menjadi pimpinan Bulog. Mungkin kocok ulang merupakan salah satu cara untuk pemberantasan korupsi ya? Namun kocok ulang saja tentunya tidak cukup. Diperlukan usaha-usaha untuk menjaga budaya bersih. Apa yang dilakukan Pak Anwar ini termasuk tepat. Selain kocok ulang, beliau meningkatkan gaji pegawai, beliau membentuk tim pengawas internal, dan yang terbaru, bekerja sama dengan KPK melakukan pemeriksaan mendadak.
Itulah yang sepintas aku dengar dari media. Aku gembira dengan langkah-langkah yang dilakukannya. Seandainya orang seperti Pak Anwar itu ada 1000 di Indonesia, dan menduduki posisi-posisi strategis, mungkin ada banyak kemajuan yang bisa didapat negeri ini. Akhir kata, semoga Pak Anwar ini terjaga keselamatannya dan bisa terus menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, Amien..






