untuk Indonesia May 30, 2008
Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud, Semua tentang Aku.1 comment so far
Tadi di jalan, melihat orang-orang nongkrong di pinggir jalan sambil celometan, kembali terlintas dalam pikiranku: apa yang bisa dilakukan untuk Indonesia? So far yang aku lihat adalah :
- Ekonomi
- Pendidikan
Namun, kembali… terhambat sumberdaya waktu, dll
Entah kapan aku bisa menjalankan pengabdian bagi Indonesia…..
Terlambat May 27, 2008
Posted by Tara in Semua tentang Aku.10 comments
Sepertinya kata ini cukup kuat untuk menggambarkan diriku.
Entah, apakah terlambat atau salah waktu? Apapun istilahnya, itulah yang terjadi:)
Memori May 19, 2008
Posted by Tara in Semua tentang Aku.2 comments
Entah bagaimana..
meskipun memori untuk hafalan pelajaran aku cenderungnya lemah.
Namun, Tuhan menganugerahiku memori untuk mengingat peristiwa-peristiwa kecil di masa lalu.
Beberapa waktu ini, memori masa lalu kembali muncul. Hanya gara-gara pernak-pernik kecil yang aku temui:(.
Jadi, apakah memori itu anugerah atau musibah?
Entahlah….
Panduan Instructional Designer, e-Learning May 16, 2008
Posted by Tara in Education.add a comment
Salah satu pihak dalam pengembangan e-Learning adalah Instructional Designer (disingkat ID). ID ini bertugas untuk mendesain materi yang akan dikembangkan oleh team multimedia.
Menjadi seorang ID bukanlah mudah. Dia harus orang yang mengerti pendidikan dan multimedia, dan memahami interaksi dan efek-efeknya.
Nah, beberapa waktu yang lalu, Nodi meminta aku untuk membantu mempersiapkan tenaga ID. Karena permintaan mendadak dan butuh cepat, akhirnya aku meluangkan waktu untuk menyusun panduan ID. Bagi yang pengen belajar tentang instructional designer, silahkan membaca file ini. Memang sih masih belum semua isi kepalaku tertuang disitu. Bayanganku, panduan itu akan menjadi handbook, dan masih diperlukan diskusi sekitar 2-4 jam dengan aku. Tapi segitu cukup lumayan juga lah ya… Kalau ada yang mau diskusi, boleh deh kontak-kontak aku.
München: BMW supremasi dari kekuatan teori May 2, 2008
Posted by Tara in Pengetahuan Umum, Pol-ek-sos-bud.18 comments
Aku menemukan tulisan ini di milis. Cukup menarik, jadi aku posting di blog ini. Berikut tulisan lengkapnya :
(Tulisan ini untuk mengejek diri sendiri)…
Praktisi idiot! Saya tidak percaya dengan para praktisi! Hanya para mahasiswa snobbish yang belum punya pengalaman kerjalah yang percaya bahwa para praktisi itu adalah orang yang ilmunya mumpuni, menjadi panutan dan paling bertanggung jawab dengan kredibilitas perusahaan.
Sampeyan boleh tidak percaya dengan statement saya. Apalagi jika sampeyan praktisi, sampeyan pasti misuh-2 (coro njowone: memaki-maki) karena saya “menghina” para praktisi dengan kata “idiot!”.
Saya terima semua komplain sampeyan atas ketidaksetujannya terhadap saya. Tapi mohon jangan membenci saya. Saya juga praktisi, jelek-2 begini saya berstatus Project Manager dan SAP Consultant. Jadi, saat saya menulis “praktisi idiot,” saya sedang meledek diri sendiri… =))
XXX
Hamburg. Shubuh dini hari. Sayang sekali tidak ada ayam jantan berkokok di sini. Check in sebentar di Bandara. Setelah proses tetek bengek security selesai, mulailah merebahkan badan yang masih mengatuk di kursi Business Class Lufthansa menuju München. Lumayan 1 jam perjalanan bisa melanjutkan mimpi indah…
BMW mengundang saya bertemu untuk Vorstellungsgespräch (wawancara) sebuah posisi lowong bidang SAP. Fantastis, untuk sebuah wawancara kerja mereka memfasilitasi Lufthansa Business Class lengkap dengan Sofitel Hotel, Acord Chain Management. Pikir saya, BMW ini pasti sinting! Saya toh belum tentu memenuhi kualifikasi mereka, tapi mereka
sudah buang-2 uang untuk hanya sebuah proses “sepele”: wawancara penerimaan karyawan baru…
)
Tapi itu belum seberapa…
München. Beberapa saat keluar dari U-Bahn (subway) Olympia stasiun, disinilah supermasi kedigdaya BMW flamboyant gagah berada. Lambang mobil paling prestius itu elegan terlihat di kejauhan tepat persis di atap Headquarter-nya. Gedung kembar 4, dengan fenomena silindris. Di dalam gedung itulah saya akan bertemu dengan beberapa orang untuk sebuah meeting…
Tepat jam 10, wawancara dimulai. Demi Tuhan, ini sih bukan wawancara pekerjaan. Ini lebih tepat seperti sidang promosi doktor
)
Di depan saya ada 5 orang dalam satu meja bundar kecil. Satu persatu, mereka memperkenalkan diri dari mulai konsultan SDM, Manajer Projek, Manajer Akuntansi, Manajer Controlling dan Manajer IT. Yang membuat saya tercengang, semuanya bergelar DOKTOR! alias berpendidikan S-3. Jadi, saat itu saya sedang berhadapan dengan 5 orang Doktor.
Saya sudah bersentuhan dengan beberapa perusahaan Jerman seperti TH Winkel, Otto Versandt, T-System International, BASF IT Service, dll. Dan BMW telah semakin menambah keyakinan saya tentang sesuatu yang unik dari tradisi perusahaan-2 raksasa di Jerman.
Satu hal yang paling menonjol dari perusahaan Jerman. Mereka memperkerjakan puluhan bahkan ratusan karyawan berpendidikan DOKTOR! Jumlah karyawan Doktor mereka tidak kalah banyak dengan jumlah Doktor di Universitas elit di Indonesia.
XXX
Mari kita lihat Astra Internasional, perusahaan terbaik dan sangat profesional dalam pengembangan SDM di Indonesia. Lihatlah, apakah mereka memiliki karyawan berpendidikkan Doktor? (mohon dicatat doktor dari Universitas kredible bukan Doktor dari Univ rumah toko).
Makanya, meskipun Astra itu selalu untung dengan omset gila. Itu perusahaan pengecut! Hanya jago kandang! Perusahaan awak bawang, kelas assembly tanpa inovasi! Karyawannya cuma level STM, Insinyur dan es-e (baca: sarjana ekonomi) kelas teri!
(Seperti saya yang juga berpendidikan minimalis), innovasi apa yang bisa diharapkan dari karyawan yang cuma berpendidikan insinyur dan es-e kelas teri? (Bei allem Respekt, dengan segala hormat, mohon maaf buat para insinyur dan es-e serta pada diri saya sendiri tentu saja.
Mohon agar statement saya dilihat dari spirit positifnya supaya putra-putri sampeyan juga saya perlu sekolah sampe doctor
).
(Seperti saya yang juga berpendidikan minimalis), teori apa sih yang dikuasai oleh para insinyur dan es-e yang kuliahnya paling-2 cuma baca diktat tipis di kampus? Otak mereka itu kosong dengan teori. Akibatnya, mereka „tidak tahu apa-2″. Mereka paling-2 menjalankan business as usual. Tanpa keberanian menemukan inovasi teknologi baru untuk memenangkan pertarungan kapitalis global.
Lihatlah perusahaan kebanggaan Orde Baru, model Pertamina. Adakah karyawan yang berpendidikan doktor disana? Makanya Pertamina itu benar-2 perusahaan memalukan yang memiliki perfomance njelehi. Puluhan tahun berpengalaman di bidang pertambangan, baru ketemu anak bau kencur ABG kemarin sore model Petronas, Pertamina keok seperti ayam sayur.
Pertamina itu benar-2 perusahaan lugu (lutju tur guoblok:)). Mosok sih para karyawan Pertamina itu ndak punya malu, bisa kalah dengan anak bau kencur ABG model Petronas? Inilah akibatnya, jika perusahaan besar dikelola oleh para „praktisi idiot amatiran”. Tidak menguasai teori. Jadilah perusahaan-2 dengan omset raksasa tidak lebih dari ayam sayur =))
XXX
Seperti yang terjadi pada diri saya, para insinyur dan es-e itu tidak lebih seperti serdadu-serdadu „sepak pantat”. Layaknya para serdadu, jika berperang itu cuma dijadikan „umpan” ke musuh agar mati duluan. Mereka bukanlah ahli-2 strategi yang menguasai teori dan visi masa depan. Makanya mereka hanya mampu melihat beberapa meter dari panca indera mereka. Mereka melihat persoalan dengan mata bukan dengan otak!
Keterbatasan penguasaan teori dan tools-2 manajemen dan teknologi pada para karyawannnya membuat perusahaan-2 cap „Melayu Njowo” tidak siap bertarung frontal dengan lawannya perusahaan-2 cap „Londo Bule”.
Sementara sang lawan model BMW, Airbus, T-System, BASF, Otto Versandt, SAP didukung oleh ratusan doktor yang berkerja secara sinerji dan kolaboratif. Memang jika 1 doktor itu itu tidak bisa banyak berbuat. Tapi jika 50 atau 100 doktor dengan kemampuan berbagai bidang bersatu dalam kolaborasi sebuah sistem, maka berbagai innovasi masa depan pasti terlahir dari mereka. Seperti sebuah orkestra yang melahirkan kreasi nada-nada inovasi teknologi.
XXX
Doktor itu adalah kapten-kapten industri yang akan memimpin peradaban masa depan. Tanpa mereka, sebuah perusahaan akan mandul dari kreativitas. Mereka hanya mampu berkompetisi dengan kaedah manajemen primitif tradisional.
Apa kelebihan para doktor dibandingkan para insinyur dan es-e kelas teri? Kumpulan para doktor dengan pemahaman teorinya akan mampu membuat kondisi lingkungan industri dan bisnis yang uncertainty menjadi certainty. Mereka mampu menurunkan berbagai simpton-2 persoalan abstrak menjadi sebuah model yang ter-standarisasi.
Dari model yang certainty inilah mereka bisa membuat tools manajemen seperti business intelligent, early warning system, performance measurement, balance score card, dll. Akibatnya berbagai prediksi masa depan, analisa dan solusi sudah bisa dibuat jauh sebelum masalah itu terjadi dengan presisi yang sangat akurat.
Disinilah perlunya para akdemisi berpendidikkan doktor bekerja di perusahaan. Dan menurut saya inilah kunci suksesnya kenapa perusahaan-2 di Jerman bisa menjadi pemenang dalam kapitalis global.
XXX
Saya benar-benar bermimpi di suatu masa nanti, Astra Internasional, Telkom, BNI, Garuda, dll memiliki puluhan atau bahkan ratusan karyawan berpendidikan doktor. Saya berharap dari kumpulan para doktor inilah, beserta innovasi yang terlahir darinya, akan memimpin kita mengalahkan BMW, Mercedes Benz, Deutsche Bank, T-System, RWE Groups, BASF, Siemens, dsb.
Anda menuduh saya saat ini sedang bermimpi dan uthopia? Yah biarin aja… Pokoknya semua tuduhan anda akan saya terima dengan ikhlas ![]()
Salam hormat,
Ferizal Ramli
Praktisi Industri dan Konsultan IT
Kegelisahan May 1, 2008
Posted by Tara in Semua tentang Aku.1 comment so far
Entahlah,
Serasa ada yang salah di aku
Tapi aku tidak tahu itu apa
Jadi,
Bagaimana aku bisa menanganinya?
Entahlah………..