jump to navigation

Takdir dan Hukum Alam April 24, 2008

Posted by Tara in Pengetahuan Umum, Religy.
29 comments

Aku tiba-tiba menemukan sesuatu yang selama ini terasa tidak sreg dalam pembicaraanku dengan Budi.
Dalam beberapa kali (sering), Budi berkata bahwa Tuhan menjalankan takdir melalui hukum-hukum alam.
Aku merasa tidak nyaman karena aku menganggap bahwa kekuasaan Tuhan itu mutlak. Tuhan tidak akan diikat oleh hukum alam.

Nah, yang barusan terbetik dalam benakku adalah, bahwa kekuasaan Tuhan berjalan sesuai kekuasaan Tuhan itu! Tidak akan diikat oleh hukum alam! Tetapi hasil kekuasaan Tuhan itu akan dibaca oleh manusia sebagai hukum alam baru!
Misalkanlah, seseorang berjalan ke jurang, dan kemudian terjatuh ke dalam jurang. Secara hukum alam, dikatakan orang tersebut akan terus tertarik gravitasi hingga ke dasar jurang yang sangat dalam. Tapi menurutku, SANGAT MUNGKIN ternyata orang itu tiba-tiba terhenti pada suatu titik sebelum dasar, dan orang itu selamat. Dan ketika dicek, ternyata (MUNGKIN) baru diketahui bahwa hukum gravitasi memiliki perkecualian pada titik tertentu. (note: ilmu yang dimiliki manusia terus bergerak. Hukum gravitasi telah dikoreksi oleh E=MC^2. Hukum Einstein pun diperkirakan akan dikoreksi kembali, karena telah ditemukan materi yang kecepatannya melebihi cahaya).

Hal lain juga, Tuhan bisa menjalankan kekuasaannya melalui sesuatu yang kita sebut MUKJIZAT. Mukjizat ini merujuk kepada berbagai hal yang logika kita tidak bisa menjangkaunya. Harus disadari, bahwa ilmu yang telah dikuasai manusia masih sangatlah sedikit. Masih sangat banyak hal di alam ini yang tidak bisa diketahui oleh manusia. Yang sederhana misalnya: mimpi! Ilmu pengetahuan baru bisa menjelaskan mimpi menurut teori Freud. Tapi teori Freud tidak bisa menjelaskan tentang mimpi yang berupa suatu penglihatan peristiwa yang PERSIS TERJADI di tempat yang jauh atau di masa depan! Teori Freud baru sebatas mimpi sebagai luapan bawah sadar. Di dunia kedokteran, pengetahuan tentang otak aja masih sangat sedikit. Di dunia fisika, hukum tunggal (unified theory) masih belum juga bisa ditemukan.
Mukjizat ini MUNGKIN juga berjalan dengan hukum alam, hanya saja dilakukan oleh sesuatu yang tidak bisa diketahui oleh manusia. Misalkan dalam kasus orang jatuh ke jurang, kok malah bisa terbang naik dengan sendirinya? (MISALKAN…) ternyata orang itu diangkat oleh Malaikat. Dalam peristiwa ini hukum gravitasi tetap berjalan seperti biasa, hanya saja terdapat kekuatan yang melawan (dilakukan oleh Malaikat) yang tidak bisa diketahui oleh manusia. Contoh kasus yang jelas di sini adalah Isra’-Mi’raj. Secara logika manusia, hal ini tidak masuk akal (karena tidak ada kendaraan yang bisa melakukan itu). Tetapi dengan mempertimbangkan adanya Bouraq, maka hal ini menjadi bisa. Dalam kasus ini hukum gravitasi, hukum energi, dll mungkin masih berjalan. Hanya saja manusia belum mengenal Bouraq dengan segala karakteristiknya. Manusia baru sebatas mengenali sapi, kuda dan onta!

Selain itu MUNGKIN juga mukjizat itu benar-benar tidak mengikuti hukum alam, tetapi mengikuti KUN FAYAKUN (Jadilah! maka jadilah)! Jadi ketika Tuhan berkehendak itu terjadi, saat itu pula terjadi. Dan ini tanpa melalui hukum alam. Hal-hal sederhana misalnya dalam kasus orang sudah terdeteksi memiliki penyakit. Semua record (rontgen dan berbagai pemeriksaan) telah memastikan penyakit ini. Namun pada saat akan dioperasi, tiba-tiba penyakit sudah sembuh. Ini kejadian yang banyak dilaporkan.

Itulah bukti-bukti yang bisa kuperlihatkan bahwa Tuhan tidak diikat oleh hukum alam. Keputusan Tuhan lah yang akan dikenali manusia sebagai hukum alam baru. Atau akan dikenali sebagai suatu mukjizat karena dipengaruhi oleh unsur-unsur yang tidak diketahui manusia (misal: Malaikat), atau karena memang Tuhan langsung yang berkehendak (Kun fayakun).

To Budi:
Dengan penjelasan ini, maka SANGAT MUNGKIN suatu saat kita memahami bahwa 1+1 = 3 dan 1+1= 5, dan 2 = 3 = 5. Who knows 200 tahun lagi itu dipahami manusia:)

Tentang Aku (1) April 16, 2008

Posted by Tara in Semua tentang Aku.
6 comments

Beberapa kali aku tergoda untuk menuliskan hal-hal yang sifatnya personal.

Meski aku bertanya-tanya, untuk apa dan untuk siapa aku menulis?

Entahlah.. aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Mungkin aku sekedar ingin aja ada orang yang tahu tentang diriku.

Mungkin dengan begitu, aku merasa ada orang yang memperhatikan aku… (mimpi kali yee…:p)

Atau.. mungkin aku sekedar menyalurkan kegelisahan yang ada di hatiku?

Sekali lagi.. entahlah!

Akhirnya aku beranikan diri membuat Category baru, berjudul Semua Tentang Aku. Meski judulnya kelihatan narsis, isinya mungkin bukan sekedar deskripsi tentang aku. Tetapi juga hal-hal yang sifatnya personal yang pengen aku tulis.

OK, mari kita lihat apa yang akan ditulis dalam Kategori ini selanjutnya.

Pada tulisan pertama ini, aku akan menuliskan beberapa hal yang terlintas tentang aku.

Aku adalah orang yang masih bodoh, yang entah kapan akan menjadi cukup cerdas.

Ada banyak hal yang berlintasan disekitarku yang tidak tergapai oleh tanganku, yang tidak mampu aku mengerjakannya.

Aku adalah orang yang suka dengan keindahan. Keindahan yang bisa dirasakan di mata, di telinga, di jemari, di lidah, dan di hati. Keindahan bagi mata, telinga, jemari maupun lidah, mungkin sudah cukup jelas buat semuanya. Keindahan hati buatku adalah keindahan persahabatan, persaudaraan, kebersamaan, termasuk juga percintaan.

Catatan tentang aku..

Dulu aku adalah manusia yang tajam dan keras. Ibaratnya seperti batu karang di lautan. Keras dan tajam, melukai tangan-tangan yang memegangnya. Entah sudah berapa hati yang terluka akibat kekerasan dan kebodohanku…

Aku tidak tahu, keras dan bodoh itu merupakan kesalahanku atau memang sesuatu yang sudah digariskan Tuhan? Itu sesuatu yang aku juga tidak tahu.. Karena kadang aku merasa, semua seperti sudah ada yang mengatur. Meski, tentu saja semua kebodohan adalah tanggung jawab kita, bukan Tuhan:(.

### Rupanya tulisan ini kepotong. Aku lupa dulu sudah menulis apa aja. Beneran kepotong euy. Coba deh aku nanti lanjutin lagi.

Ambiguitas BPK April 10, 2008

Posted by Tara in Pol-ek-sos-bud.
1 comment so far

Ada berita ini di Kompas :

=====

BPK Temukan Kerugian Negara Rp 23,33 Triliun
Kamis, 10 April 2008 | 13:03 WIB

JAKARTA, KAMIS - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan hasil temuan signifikan yang terungkap dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2006, yang diselesaikan pemeriksaannya oleh BPK pada semester II Tahun Anggaran 2007. Dari hasil pemeriksaan tersebut, terungkap ada 1.565 temuan signifikan yang diindikasikan merugikan negara dengan total Rp 23,3 triliun.

Ribuan temuan tersebut tersebar di lima lini pemeriksaan, yaitu pertama, temuan yang berindikasi kerugian negara sebanyak 267 temuan sebesar Rp 420,01 miliar; kedua, terdapat kekurangan penerimaan sebanyak 158 temuan sebesar Rp 249,79 miliar; ketiga, temuan yang bersifat administrasi sebanyak 733 temuan sebesar Rp 20,12 triliun; keempat, ketidakhematan/pemborosan dalam pelaksanaan anggaran atau inefisiensi sebanyak 193 temuan sebesar Rp 459,27 miliar; dan kelima, penggunaan anggaran tidak sesuia dengan tujuan yang ditetapkan atau tidak dimanfaatkan sebanyak 214 temuan sebesar Rp 2,10 triliun.

===

Aku menyebutnya BPK ambigu. Ambigu, karena niatnya BPK menyampaikan penyelewengan kan agar penyelewengan ditekan. Tetapi akibat laporan BPK yang mencampur adukkan semuanya, penyelewengan tidak bisa ditekan. Hal ini pernah pula diungkap oleh Rizal Ramli (mantan Menko Perekonomian).

Pada laporan diatas, terlihat bahwa yang dianggap sebagai kerugian negara itu terdiri dari :

1. Yang berindikasi kerugian negara

2.  Terdapat kekurangan penerimaan

3.  Temuan yang bersifat administrasi

4.  Ketidakhematan/pemborosan dalam pelaksanaan anggaran atau inefisiensi

5.  Penggunaan anggaran tidak sesuia dengan tujuan yang ditetapkan atau tidak dimanfaatkan

Coba lihat, dari kelima point diatas, mestinya yang bisa ditindaklanjuti sebagai kasus kriminal kan kasus 1 dan 2. Kenapa BPK tidak terang-terangan aja meng-ekspos kasus 1 dan 2 tersebut, lengkap dengan deskripsi nama institusinya, nama orang dan nama proyeknya. Langsung berikan laporan tersebut ke kepolisian, kejaksaan dan departemen keuangan. Kalau bisa seperti itu, kan gampang tindak lanjutnya.. Atau, kalaupun ternyata tidak ada tindak lanjut, publik juga enak. Tinggal memaki-maki polisi, kejaksaan dan depkeu.

Ya itulah ambigunya BP….

Dot System di BANDUNG Inter TEX 2008 April 5, 2008

Posted by Tara in Bisnis.
2 comments

Tgl 2-5 April ini Dot System pameran di Bandung Inter Tex 2008.

Pameran ini sangat dikenal di kalangan textile di Indonesia. Peserta pameran mayoritas internasional. Produk lokal hanya beberapa gelintir (kalau ada.. Sejauh ini aku baru melihat Dot System sebagai perusahaan dengan produk lokal). Ada suatu kebanggaan lah bahwa Dot System mampu ikut dalam pameran seperti ini.

Ada banyak kekurangan Dot System dalam pameran ini. Sebagian besar karena kesibukanku sehingga belum bisa mengurusi pameran. Akibatnya kita kehilangan 1.5 hari efektif. Sisanya Alhamdulillah kita bisa perform bagus. Kekurangan lain, ada dari sisi teknis, dimana produk yang kita harapkan bisa tampil, ternyata tidak bisa tampil akibat keterlambatan disisi pengembangan. Kerugian besar emang, tapi itu sudah terlanjur terjadi. Positive thinking aja.. masih ada kesempatan berikutnya.

Berikut ini gambar selama masa pameran :

Dina, Ami, Me, Fathi

Dina, Ami, Me & Fathi foto bersama.

Seperti inilah stand Dot System:-)

Hari ini pameran akan berakhir. Saatnya menindaklanjuti semua yang telah didapat selama pameran ini. Kerja lagiiiiiiiiii!!!!!!!!!