jump to navigation

Peringatan dari Tuhan February 25, 2008

Posted by Tara in Religy.
trackback

Entah kenapa, aku lagi banyak merenung…

Aku termasuk orang yang merasa beruntung. Aku merasa betapa Tuhan sering memberikan peringatan ke aku. Setiap kali kakiku melangkah ke kiri, Tuhan memberikan kejadian-kejadian sebagai pengingatku.

Tanpa Rahman dan Rahim-Nya, mungkin aku telah sangat jauh tersesat.

Aku hanya berharap dan berdoa, semoga peringatan-peringatan Tuhan selalu turun ketika hatiku lalai.

BTW, sehabis ini aku kok pengen nulis tentang takdir dan kehendak bebas manusia, adakah kontradiksi di dalamnya?

Ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan Budi. Coba deh aku cari waktu..

Comments»

1. Budi Sulistyo - February 25, 2008

Sip2 ditunggu. Aku juga mau nulis juga ah

2. Budi Sulistyo - February 25, 2008

Tentang badminton (angger):http://apiqquantum.wordpress.com/2008/02/18/mengendalikan-takdir-kematian/

3. Sayap KU - February 26, 2008

Hidup hanya masalah waktu dan takdir mas … dari semua sesi hidup bahkan tidak satupun yang ingin kita miliki menjadi milik kita, bahwa Allah mengajarkan kita DIA-lah sang pelindung. Sang MAHA … kita hanya titik yang lemah dari seluruh isi alam.

Seperti yang mas ajarkan ke Ade “jangan takut, jangan meminta apapun dari manusia (cinta, pujian, dan semua yang bersifat duniawi)… iya duniawi.

* Ade sok tua mode ON *

PS: ditunggu tulisan hasil renungannya mas :)

-Ade-

4. 23 - February 26, 2008

Bos, kalo anda tidak keberatan saya ingin tau alamat email anda agar saya bisa bebas berkomunikasi dgn anda.
NB: Saya sangat-sangat tau siapa “ADE”

5. Tara - February 26, 2008

@23
Terimakasih, saya tidak keberatan untuk diskusi. Hanya saja saya tidak ingin berbicara tentang personal. Silahkan anda tahu Ade dengan pengetahuan anda. Sayapun cukup mengetahui Ade dengan pengetahuan saya:-)
Dan untuk diskusi, silahkan tulis di blog ini aja. Siapa tahu bermanfaat buat orang lain juga:-)

@Budi
Sebagai gambaran awal, aku akan katakan bahwa Lauhul Mahfudz (kitab yang menuliskan semua kejadian sebelum itu terjadi) mungkin ditulis dalam bentuk formula (atau super formula), tidak berupa uraian deskriptif. Ini mengakibatkan kebebasan manusia tetap ada, namun ketentuan takdir juga terjaga.
Beneran butuh serius waktu untuk nulisnya..

6. 23 - February 27, 2008

Bos, kalo anda mengetahui Ade dengan baik, saya senang. Saya tidak perlu repot-repot menerangkan ke anda. Itu yang saya maksud kenapa saya minta alamat email anda. Saya tau anda cukup dekat dengan Ade karena beberapa kali Ade cerita ke saya bahwa kalian sering curhat via YM.

Maaf, saya pantang menerima panggilan Bos. Silahkan panggil nama langsung, mas, rekan, teman, atau yang lainnya lah..

7. Tara - February 27, 2008

@23
Mohon maaf, bagaimana saya tahu bahwa Anda mengetahui Ade lebih dari saya?
Saya rasa yang lebih tahu tentang Ade ya Ade sendiri:-). Jadi biarlah Ade yang berbicara langsung dengan saya, daripada melalui anda yang saya tidak tahu siapa anda:-)

Hal lain, saya tidak suka membicarakan pribadi orang. Apalagi berbicara tentang Ade yang boleh dikata jarang kami bertemu langsung, dan membicarakannya dengan anda pula (orang yang belum saya kenal sama sekali).
Saya harap ini terakhir comment tentang pribadi orang. Jika sekali lagi muncul comment yang mengarah ke pribadi orang, saya akan hapus comment tersebut. Terimakasih

8. 23 - February 27, 2008

—COMMENT DELETED BY ADMIN—

Punten nih ada orang bandel. Dah dikasih tahu baik-baik masih nekat, ya udah..

9. Budi Sulistyo - February 27, 2008

@23
Anda ini kok aneh ya? Maksa banget.

10. wisnuharjantho - February 29, 2008

ikut bertamu, salam kenal mas Tara…

11. Tara - February 29, 2008

Salam jumpa mas Wisnu:-)

12. borsalino - March 1, 2008

takdir dan kehendak bebas … selalu menjadi asyik buat dibahas dan dikaji …
tuhan punya ketentuan … dan itu sudah takdir tuhan untuk menentukan segala sesuatunya …
manusia … juga diberi ketentuan oleh tuhan untuk bebas berkehendak dan berkeinginan …
“jargon” yg paling sering kita dengar di hampir setiap ada ceramah agama adalah “berdoalah kamu niscaya akan aku perkenankan … dst … dst … ”
dalam bahasa manusia, —menurut saya— berdoa bisa diartikan sebagai menyampaikan keinginan atau sesuatu kepada tuhan dan berharap keinginan itu dipenuhi oleh tuhan.
masih menurut logika saya, dalam mengabulkan permohonan hambanya, tuhan akan meneliti setiap proposal yg diajukan. karena tuhan maha tahu apa yg terbaik buat “budaknya” tak jarang keinginan itu tertunda atau bahkan tidak dikabulkan sama sekali. intinya, kalo proposal yg dibuat sudah sesuai peraturan dan perundangan yg berlaku, sudah pasti akan dikabulkan.
namun, tak jarang, meski proposal sudah baik dan sudah sesuai peraturan dan perundangan yg berlaku, masih ada yg belum dikabulkan. nah, untuk kasus ini, bisa jadi tuhan hendak memberikan proyek yg lebih besar dr apa yg tertulis pada proposal yg diajukan.
di sini, cukup banyak manusia yg terjebak. mereka mengira, proposal yg baik dan benar, pasti akan dikabulkan. di situlah ketentuan tuhan berlaku. tuhan hendak memberikan proyek yg berlipat-lipat lebih besar kepada dirinya, namun ternyata manusia belum mampun mencerna kehendak tuhan sehingga manusia kerap “mencela” tuhan meski dia sudah banyak beribadah !

maaf … jadi bikin posting di sini …
saya cuma manusia yg masih banyak belajar untuk bisa lebih dekat kepada tuhan …
terima kasih sudah berbagi cerita !

13. Takdir dan Kehendak Manusia ! « This is Who I am - March 1, 2008

[...] Manusia ! Ditulis dalam open mind, renungan by borsalino di/pada Maret 1st, 2008 Nemu tulisan ini saat jalan-jalan. Posting yg ditulis oleh seorang yg bernama Tara, menceritakan tentang salah satu [...]

14. tamim - March 12, 2008

barusan kemarin aku ktemu dan ngobrol2 dg kawan lama.kita spt flashback gimana dulu di masa masa susah kita. hingga skrg Tuhan seperti memberi limpahan yg lebih dari yang pernah kita impikan… betapa lalainya kita utk bersyukur

takdir seperti menyeret kami dari anugrah ke anugrah lain, meski mungkin bagi orang lain apa yg kami sebut anugrah itu adalah hal2 biasa saja..

15. tamim - March 12, 2008

mungkin takdir juga ya dulu kesasar kuliah di bandung dan ketemu dg om Tara hehehe…

btw mbak Ade nih msh banyak fans nya juga ya..
hai mbak Ade, salam kenal… :-)

16. Tara - March 14, 2008

Mungkin takdir juga ya kalau aku nggak sempet nulis-nulis juga:))
Itu mah namanya nggak niat:p

17. trisetyarso - March 15, 2008

Assalamu`alaykum, Mas Tara …

Salam kenal … btw, saya akhirnya tahu yang sesungguhnya terjadi …

Turut prihatin …

- link deleted -
Punten ya, link-nya dihapus. Aku tidak ingin berbicara terlalu detail/personal soalnya. Yang terjadi, terjadilah..
Berilah waktu untuk orang yang pernah berbuat salah mengoreksi dirinya..
Salam kenal juga Mas Tri:)

18. Budi Sulistyo - March 15, 2008

Mungkin takdir juga saya buat comment di sini

19. Budi Sulistyo - March 15, 2008

Ada kasus lucu tentang takdir dan kehendak bebas (cerita dr seorang teman). Ada seorang teman yg tidak percaya Tuhan dan sekaligus tidak percaya kehendak bebas (kehendak bebas hanya semu). Ketika ditanya kenapa, jawabannya adalah: karena Tuhan sudah menakdirkan dirinya utk tidak percaya Tuhan dan kehendak bebas.

Hu2… Pusing

20. CY - March 22, 2008

@Budi Sulistyo No.19
Kehidupan terlalu rumit utk bisa disederhanakan atau dipikirkan dgn otak manusia yg cuman segumpal dan masih dikuasai nafsu daging, kalau masih memaksa utk disederhanakan nanti bisa salah persepsi spt seorang teman yg pernah berkata “mustahil bagi Tuhan menjadi objek fisika.” (dlm hal ini berarti ada juga hal2 yg mustahil dilakukan oleh Tuhan) gyakakaka… :lol:

Salut utk bung Tara dlm caranya menyikapi komentar ttg hal pribadi org lain di blognya… :)