Selamat Jalan Pak Harto.. January 28, 2008
Posted by Tara in Ragam.3 comments
Kemarin ketika mendengar berita kematian Pak Harto, refleks aku terucap Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dalam hati aku menambahkan kata Alhamdulillah, penderitaan beliau di dunia akhirnya disudahi.
Terbersit dalam hati sebuah kesedihan juga. Apapun, beliau pastilah banyak jasanya. Baik sejak jaman perang kemerdekaan, hingga akhir masa kepresidenannya. Bahwa beliau juga ada salah-salahnya, mungkin saja itu benar. Namun satu hal yang harus dicatat, kesalahan seseorang tidak akan menghapuskan kebaikan-kebaikannya. Dua catatan itu (kesalahan dan kebaikan) harus dijajarkan dan diperlakukan sebagaimana mestinya.
(Perlu diperhatikan juga, mungkin tidak semua kesalahan yang dituduhkan kepadanya benar merupakan tanggung jawabnya. Mungkin para bawahannya yang bertanggung jawab. Mungkin juga kita ada peranan dalam kesalahan itu, misalnya dengan kita diam tidak melakukan perlawanan dari awal)
Dan sebagai orang timur, ketika saat ini beliau meninggal, maka biarlah catatan kebaikannya yang terus berbekas di hati kita. Tentang kesalahan-kesalahannya, sekarang beliau sudah memenuhi panggilan Tuhan, biarlah pengadilan Tuhan yang memutuskan.
Bahwa kroni-kroninya dan keluarganya yang bermasalah mau terus diusut dan diadili, itu silahkan dan sangat dianjurkan! Masalah kemudian Presiden memberi pengampunan bersyarat (artinya :tidak pengampunan penuh. Ada hukuman, misal denda, dll) kepada keluarganya, itupun menurutku memungkinkan (dengan mempertimbangkan jasa-jasa ayahnya).
Dalam hatiku aku berucap, “Ya Allah, semoga dengan segala kebaikan yang telah dilakukan Pak Harto, salah-salah yang ada mendapatkan pengampunan-Mu”.
Selamat jalan Pak Harto,
Selamat jalan mantan pemimpin Indonesia,
Semoga kami yang masih hidup mampu meneruskan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik..
* Menulis dengan titik air mata
Costing January 9, 2008
Posted by Tara in Pengetahuan Umum.1 comment so far
Judulnya aja dulu yah:D
Pengen nulis ini sebenernya. Lihat nanti deh..
Sabar January 8, 2008
Posted by Tara in Pengetahuan Umum.7 comments
Masalah terbesarku sebenernya adalah kata SABAR.
Sabar ini bukan berarti tidak ngamukan (meski kata orang aku ngamukan juga sih:p), tetapi sabar mengikuti proses yang ada. Aku selalu terburu nafsu:(. Selalu ingin cepat.
Memang sih, nafsu/ keinginan lebih cepat/lebih baik, itu merupakan pendorong kemajuan. Coba kalau orang nggak ada nafsu untuk lebih cepat, mungkin tidak akan ditemukan alat-alat transportasi. Mungkin tidak akan ditemukan komputer yang canggih. Hanya saja, tidak semuanya bisa dibuat cepat. Ada hal-hal tertentu kalau dipaksa melebihi kecepatan standar malah akan jadi bermasalah. Misalkan lah menggoreng telur, nggak bisa kita gedein apinya dan hanya dalam waktu 1 detik langsung matang. Karena untuk proses menjadi matang bukan semata urusan suhu. Hal-hal semacam ini ada banyak rupa dalam kehidupan. Dan aku cukup sering tidak sabar dan menghajar waktu. Akibatnya justru muncul masalah-masalah.
Semoga dilain waktu aku bisa lebih berhati-hati dan tidak terburu nafsu, Amien…
Iqra’ January 5, 2008
Posted by Tara in Education, Pengetahuan Umum, Religy.5 comments
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Q. S Al-Alaq (1-5)
Aku ingin menuliskan tentang membaca.
Membaca itu sebenarnya adalah “mengartikan/ memahami tanda-tanda yang kita lihat“. Perhatikan gambar ini :

![]()
Pada mulanya kita melihat sebuah titik. Kemudian beberapa titik yang berdekatan, saking dekatnya kita melihat itu sebagai sebuah garis. Garis ada yang lurus ataupun melengkung. Pada tahap ini kita sudah selangkah lebih maju dari binatang, yaitu kita mengidentifikasi apa yang kita lihat.
Pada tahap selanjutnya, bentuk-bentuk tertentu kita artikan. Sehingga sebuah garis dengan bentuk tertentu kita “baca” sebagai huruf “a“. Maka membaca disini adalah “menafsirkan garis-garis dengan bentuk tertentu sebagai huruf a“. Langkah selanjutnya adalah beberapa huruf disusun menjadi satu kata. Beberapa kata disusun menjadi kalimat, selanjutnya menjadi parafgraf, dan akhirnya menjadi sebuah tulisan yang lengkap. Dan itulah membaca yang kita kenal selama ini, yaitu membaca tulisan/ dokumentasi.
Selain tulisan, kita juga mengenal simbol. Semisal tanda ini
akan kita baca sebagai senyum.
Pertanyaannya, apakah perintah Iqra’ yang terdapat pada S. Al-Alaq itu artinya membaca dokumen yang tertulis saja?
Saya tidak cenderung menafsirkan demikian. Saya cenderung mengartikan membaca adalah sesuai definisi dasarnya, yaitu “mengartikan/ memahami tanda-tanda yang kita lihat“. Tanda yang dapat dilihat tidak melulu garis ataupun titik buatan manusia. Tanda yang dilihat adalah semua yang ada di alam semesta ini. Kalau kita melihat gunung mengeluarkan ledakan-ledakan kecil, dan kita mengatakan gunung akan meletus, maka itu termasuk membaca! Kalau kita melihat awan hitam bergelung-gelung dan angin kencang, kita katakan bahwa akan terjadi hujan, maka itupun termasuk kita membaca!
Jadi membaca sebenarnya bisa dilakukan oleh semua manusia. Baik itu seorang nelayan di pedalaman ataupun profesor yang dikenal hebat. Semua bisa membaca.
Pertanyaan lain, sudahkah kita mampu membaca dengan benar hal-hal yang tertulis tidak dengan huruf-huruf ciptaan manusia? Ketika kita melihat bulan, bintang, hujan, kapal berlayar, manusia bersuku bangsa, dll, apa arti semua itu? Sebuah ayat ini barangkali bisa menjadi petunjuk bagi kita :
65. Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). (Q.S. An- Nahl, ayat 65)