jump to navigation

Tanyalah aku sebelum kau kehilangan aku! November 22, 2007

Posted by Tara in Religy.
trackback

Judul itu adalah kata-kata Sahabat Ali bin Abi Tholib. Seorang Sahabat Nabi yang ilmunya luar biasa hingga digelari oleh Rasul sebagai “Gerbangnya Ilmu”

Judul diatas dijadikan sebuah judul buku yang berisi kutipan-kutipan kalimat Ali.

Menarik buku itu. Sebagai penghibur hati dan pengolah jiwa. Meskipun kelihatrannya kalimat sepotong-sepotong, namun isinya luar biasa! Kata-kata Ali kurasakan sebagai indah, dalam, dan.. telak!

Indah, coba deh kalian baca. Akan kalian temukan bahasa-bahasa yang seindah air mengalir di sungai. Lincah meliuk.

Dalam, kata-kata Ali sangat sarat makna. Membongkar banyak kebenaran terdalam. Lagu Tombo AtiĀ  (dinyanyikan Emha Ainun Nadjib) / Obat hati (dinyanyikan Opick) sebenarnya kan mengambil dari ujar-ujar Ali. sangat dalam kan isinya? Masih banyak lagi ujar-ujar Ali yang dalam.

Telak, karena kata-kata Ali banyak yang menohok diri kita. Seolah itu suatu pukulan yang menghantam titik terlemah diri kita. Menghantam telak kesalahan-kesalahan kita. Kata-katanya mengungkap kebenaran yang tak dapat disanggah. Suka tidak suka, kita terpaksa harus menerima/ mengakuinya.

Sebagai contoh, Ali berkata sebagai berikut (kurang lebihnya) :

“Berkacalah kamu. Jika yang kamu lihat adalah wajah yang baik, maka anggaplah itu buruk, karena kamu telah menaruh keburukan (dosa) diatas wajah yang baik. Jika yang kamu lihat adalah wajah yang buruk, maka anggaplah itu tetap buruk, karena dua keburukan telah kamu kumpulkan (wajah buruk + dosa)”

Aku membaca kalimat diatas dengan perasaan geli, mangkel, jengkel, dan… tak bisa melawan kebenaran dalam kalimat itu:)).

Comments»

1. Sayap KU - December 3, 2007

Ade gak ngerti arti kalimat diatas mas… Jelasin!!

-Ade-

2. Tara - December 3, 2007

Itu sebenernya kalimat apa adanya kok De, tidak ada yang implisit.
Kalimat itu mengajarkan pada kita, bahwa dosa yang kita lakukan dalam hidup ini membuat diri kita buruk.
Kalimat itu membuat aku tertawa, karena tidak menyisakan kebanggaan sedikitpun pada manusia. Aku tertawa membayangkan orang yang berwajah cakap harus bermerah muka mendengar kalimat tersebut. Aku bisa membayangkan mereka berperasaan mangkel/jengkel dengan kalimat itu:))
Aku tertawa karena kalimat itu tidak memberi pilihan yang baik. Mau kita berwajah baik atau buruk, ujungnya sama: kita pasti buruk:)).
Kalimat itu juga terkesan kasar, karena ngatain orang yang wajahnya buruk (dibilangin sebagai mengumpulkan dua keburukan:p)
Tapi kalimat itu juga telak, mengungkapkan kebenaran yang tak terlawan :( . Kalimat itu menyadarkan, betapa dosa-dosa kita telah membuat diri kita ini buruk:(.
Mari kita beristighfar untuk semua dosa-dosa yang telah kita lakukan.. Astaghfirullah hal adziem..

3. Sayap KU - January 2, 2008

artinya yang benar itu benar dan yang salah itu salah … itu hukum MUTLAK tidak ada grey area diantaranya yah.

-Ade-

4. -eRna- - December 5, 2008

Info dong…aku bisa cari buku ini dimana ya ? Stock buku ini di Seluruh Gramedia sedang kosong. Thanks

5. harry - October 30, 2009

Setuju, setuju banget dan memang isi dalam buku ini luar biasa. Tak ada kebohongan sedikitpun. Semoga Allah melimpahkan Rahmatnya bagi Ali bin Abi Thalib ra. Amin

6. echa - November 14, 2009

yups..kutipan diatas juga sempat nusuk jantungku ketika aq dalam masalah.kutipan diatas membawa hidup baru untukku :)